Setelah mendapatkan kunci yang diperkirakan kunci gembok dari rantai yang mengikat kaki Paman Gabriel dan Bibi Jasmine. Beni dan Alice segera berjalan menuju basemen atau yang biasa disebut rubanah. Mereka melewati jalur dari belakang lemari pakaian yang ada di kamar Alice. Sedangkan mobil yang dikemudikan Melia baru tiba dan memasuki halaman hotel yang sangat luas. Beni dan Alice berlari terburu-buru menuruni anak-anak tangga yang meliuk. Tangan kanan Beni memegangi senter yang terus dipegangnya karena jalan rahasia ini sangat gelap. Aroma udara lembab pun menusuk hidung sangat tajam. Namun tiba-tiba langkah Beni terhenti ketika berada di anak tangga yang berbelok. Alice yang ada di belakang, nyaris jatuh menubruk punggung Beni. “Ben, kenapa kamu berhenti mendadak?!” gerutunya s

