Gagal lagi

1163 Kata

Melia menoleh ke samping. Namun ia tidak melihat apa pun karena hanya gelap yang terlihat di lorong. Aroma lembab yang menyeruak membuat Melia nyaris muntah. Beni menggenggam tangan Alice sangat erat. Ia meminta Alice agar jangan bergegas pergi. “Berhenti dulu di sini,” ucapnya lirih. Alice menoleh dan menatap Beni dengan sepasang alis berkerut. Ia tidak mengerti kenapa Beni menyuruh berhenti berjalan padahal mereka secepatnya harus pergi. Beni menaruh jari telunjuknya di depan bibir. Walau tidak mengerti, Alice tetap menurut. Melia menoleh ke arah lorong. Hanya gelap yang terlihat. Cahaya matahari tidak menembus masuk ke dalam lorong ini. “Lorong ini menuju ke arah mana?” tanyanya pada Gabriel atau pun Jasmine. Suara Melia yang bertanya sangat jelas terdengar di indera pendengaran B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN