“Alice, aku merasa ini bukan kali pertamanya aku masuk ke dalam kamar ini,” ujar Beni memberitahu. “Ayahku memperkenalkan aku pada seseorang yang menginap di kamar ini.” Alice terdiam sesaat. Beni mengamati ke sekeliling ruangan. Aroma lembab yang sama seperti di kamarnya. Perabotan yang sudah usang pun tidak jauh berbeda. “Ben, batas ingatanmu hanya pada ayahmu memperkenalkan dirimu pada seorang wanita yang menginap di kamar ini?” Beni menganggukkan kepalanya pelan. “Apa ada kaitannya dengan hantu wanita yang kamu lihat itu?” tanya Alice sembari mengerutkan dahinya. Beni mengendikkan bahunya. “Entahlah ... aku juga tidak terlalu paham dengan hantu wanita itu. Yang pasti tadi aku melihatnya berdiri di seberang pintu kamar ini,” jawabnya sembari menunjuk ke belakang tanpa menoleh. Al

