Wajah seram itu tiba-tiba saja berada tepat di depan muka Beni. "Aaaa!!" Beni berteriak ketakutan setengah mati. Sayatan di pangkal leher dengan darah mengalir deras membasahi pakaian wanita tersebut, membuat jantung Beni terasa terlepas. "Ben!" seru Alice sembari memegangi kedua bahu Beni. Beni terlihat syok. Ia duduk berjongkok di atas lantai dengan kedua tangan menggelepar ke depan. Seakan berusaha menghalangi sesuatu. Alice yang ada di depan Beni sangat bingung dengan apa yang terjadi. "Ben, kamu kenapa?" Beni tidak bisa diam. Ia terus menggerakkan tangannya dan nyaris memukul wajah Alice. "Ben! Ini aku!" seru Alice dengan suara lebih kencang dari pada sebelumnya. Mendengar suara teriakan Alice, Ben kini mulai tersadar. Ia menghentikan gerak tangannya yang tak bisa diam dan mu

