Raz murkah, karena Ryan dan Zeana tidak kembali, hari sudah gelap dan orang suruhan Fahmi telah berangkat. Semua orang berkumpul di meja makan termasuk Bu Laksmi dan Ibunda Zeana. Malik, Fahmi dan Juna diam mendengarkan semua kekesalan Raz. “Aku tidak mau tahu, siapa yang mengizinkan Ryan ataupun Zean menginap di Desa? Kalian bertindak semaunya tanpa meminta persetujuanku. Apa kalian sudah tidak menganggap aku sebagai bagian penting dalam klan kita?” Wa Pasang merasa tidak enak hati, walau bagaimanapun juga. Ryan adalah menantunya. “Tenanglah, aku yakin maksud mereka tidak seperti itu. Mereka hanya peduli.” Malik dan Juna tidak berani menyela pembicaraan. “Ini adalah peringatan, aku harap kalian akan mengingatkan Raja dan Ratu atas tindakan mereka. Susul mereka dan minta kembali sec

