Fahmi terkejut saat melihat Fizah mendekat ke arahnya. Wanita itu datang dalam keadaan sadar. Tidak ada penutup mata di kepalanya. Tidak ada reaksi menyeramkan dan tampak begitu tenang. Dia seperti Fizah yang dulu. Lelaki itu perlahan memperbaiki posisi duduknya, dia terpaku saat Fizah menyentuh tangannya. Pandangan mereka bertemu, Fizah mendekat dan membisikkan sesuatu. “Kau tidak akan bisa menahan ku.” Fahmi menatapnya dengan seksama, sorot mata yang di pancarkan Fizah sama seperti ketika pertama mereka bertemu. “Fizah, kau ingat aku. Kau sembuh?” Wanita itu diam dan perlahan menyerangnya, dia membuat Fahmi membeku dan tidak bisa bergerak di tempatnya. “Aku akan membawanya, dia dan sesuatu yang ada dalam dirinya adalah milikku.” Sorot mata itu berubah, lensa mata Fizah berubah me

