Tepat saat mendekati tengah malam, Fahmi membawa Fizah menuju ke menara, sesuai pinta Raz sebelumnya. Dengan sangat hati-hati Fahmi menuntun Fizah hingga ke puncak. Wa Pasang dan beberapa orang lainnya telah menunggu mereka. “Fahmi ada satu hal yang perlu kau ketahui.” Fahmi mendengarkan syarat yang harus di jalankan. “Apa itu, Wa?” Raz dan Wa Pasang saling berpandangan. “Kau tidak bisa menikahinya dalam keadaan seperti ini, kau harus membuka matanya dan membiarkan dia mendengarkan. Jika kau berkeras dengan ke tetapanmu. Sama saja artinya jika kau memaksanya menerimamu.” Fahmi terkejut mendengar hal itu. “Tapi, Wa. Kau tentu tahu keadaannya.” Seakan lemah tak berdaya. Hal itu sangat mustahil untuk dilakukan karena Fizah dalam pengaruh kuat mantra Rogiles. “Ada satu cara untuk me

