Fahmi terjaga sepanjang malam, dia terus memandang wajah Fizah yang terlelap di sampingnya. Kedua tangan wanita itu terikat rapi, sungguh pemandangan yang menyayat hati. Fahmi terlelap saat matahari mulai terbit. Istana tengah sibuk dari pagi tadi, Ryan memberi perintah untuk mengumpulkan semua orang. Pemuda itu meminta haknya untuk duduk di atas singgasana. Wa Pasang dan seluruh keluarganya bersiap, begitupun dengan Raz juga Bu Laksmi. “Ada apa, ya? Tumben pagi-pagi kita di minta untuk berkumpul,” tanya ibunda Zean. Juna dan Malik mengedikan bahu. Jika Wa Pasang saja tidak tahu bagaimana mereka. Raz bergabung saat wa Pasang membuka pintu, saat mereka masuk. Ryan dan Zeana sudah berada di dalam. Bu Laksmi tampak tenang dan berdiri di samping besannya. “Terimakasih sudah memenuhi p

