Hari pertama masuk Kerja
perkenalkan nama nya Sabya Anandita, dia merupakan anak tunggal dari keluarga yang sederhana. Sabya merupakan Gadis cantik yang baru berusia 18 tahun. Dia baru lulus SMA tiga bulan yang lalu, hari ini merupakan hari pertama dia masuk kerja. sebenarnya dia ingin sekali melanjutkan pendidikan nya, namun melihat keadaan ekonomi orang tua nya, dia mengurungkan keinginan nya, sehingga kemarin dia mencoba melamar ke sebuah perusahaan terbesar di jakarta, dan dia diterima sebagai office girl.
Sabya merupakan sosok wanita yang cantik, cerdas, baik, namun dia sedikit tomboy.
Sabya tidak masalah mau kerja apa pun juga, menurutnya, yang penting pekerjaan nya halal. Dan dapat membantu perekonomian keluarga nya.
"Ibu, liat sepatu aku yang kemarin aku jemur gak Bu?" tanya Sabya kepada ibunya, namanya Bu Sarah.
"udah ibu taro di depan pintu, kamu sarapan dulu sebelum berangkat ya sayang" teriak Bu Sarah, posisinya Bu Sarah sedang di dapur, sementara Sabya sedang di ruang tengah.
"Aku sarapan di kantor saja Bu, ini aku udah telat, aku berangkat dulu ya Bu, assalamualaikum" Sabya pamit kepada ibunya, sambil mencium punggung tangan ibunya.
"waalaikumsalam, hati-hati di jalan ya sayang, semoga kerjanya lancar" ucap ibu mendoakan anaknya.
"iya Bu, aamiin" Jawab Sabya.
Sabya berangkat naik angkutan umum, kira-kira 20 menit untuk sampai ke kantor.
harus menunggu dulu angkotnya datang, harus siap berdesak-desakan di dalam angkot nya, dan itu akan menjadi resiko nya.
"dreettt..dreettt..dreettt" suara ponsel Sabya berbunyi, tanda telepon masuk.
ternyata sahabat nya yang menelpon. namanya Indry, dia merupakan sahabat Sabya dari SMP.
"hallo, ada apa dry?" tanya Sabya kepada Indry.
"biya, Lo sekarang dimana, kok belum datang juga, ini udah siang, nanti Lo kena omel" Indry menanyakan keberadaan Sabya.
sabya bisa kerja di sana karena ajakan Indry, kebetulan di kantor nya butuh office girl satu orang lagi, karena Indry ingat kepada sahabatnya itu, Indry mengusulkan agar Sabya saja yang diterima di sana.
"ini lagi di angkot, tadi angkotnya lama dateng nya." Jawab sabya.
"Yaudah gue tunggu, katanya Hari ini bos kita akan datang ke kantor, loh belum ketemu kan kemarin, karena dia masih di luar negri, jadi Lo Jangan sampai terlambat hari ini." pinta Indry.. "iya ini gue lagi dijalan kok, Yaudah gue tutup telponnya ya,". Sabya mengakhiri telpon nya. "Iya cepetan ya" Indry khawatir sahabatnya bakal terlambat.
Tiba-tiba angkot yang di tumpangi Sabya berhenti, walau gak ada orang yang bilang kiri, dan ternyata...
"Kenapa pak berhenti, kan gak ada yang turun disini?", saut salah seorang ibu, dengan penasaran
"Maaf ibu-ibu, angkotnya ngadat, mogok, jadi terpaksa ibu-ibu turun di sini ya"
Semua penumpang pun terpaksa turun, tak terkecuali sabya pun ikut turun.
"Ya ampun ini gimana, bakalan telat kalo seperti ini, mana gak ada angkot lagi yang lewat."
Kiik Kiik
Tiba-tiba klakson mobil berbunyi disamping sabya, Sabya gak sengaja berjalan menghalangi jalan kendaraan, dan sesosok laki-laki itu pun membuka kaca mobilnya.
"Lo udah bosan hidup, jalan di tengah jalan" bentak laki-laki tersebut.
“maaf, saya gak sengaja, saya pusing abis turun dari dari angkot" ucap Sabya.
“ngeles aja lo" saut laki-laki itu.
"Gak usah ngegas juga dong ngomongnya, gue kan udah minta maaf, jangan mentang-mentang orang kaya, seenaknya aja bentak-bentak orang" suara sabya pun menjadi keras.
"udah minggir, mobil gue nanti lecet lagi kena kaki Lo" laki-laki itu pun melajukan lagi mobilnya.
"dasar sombong, gue sumpahin mobilnya mogok" teriak Sabya.
"aduh ini gimana ya, kok gak ada angkot yang lewat" cemas sabya.
"mending gue jalan aja deh dulu, siapa tau di depan ada ojek" sabya terus berjalan kaki, berharap ada tukang ojek di depan.
"ada juga ojeknya, mending gue naik ojek aja, bisa lebih cepat juga” ucap Sabya.
"bang ojek bang" saut Sabya kepada tukang ojek. "ayo neng, mau kemanar" Tanya tukang ojek.
"ke perusahaan xxxx ya bang" jawab Sabya dengan gaya bicara nya yang tegas.
"oke siap neng, ini pakai dulu helmnya" tukang ojek tersebut menyodorkan helm kepada Sabya. Kemudian mereka langsung berangkat.
"kebut bang, ini saya takut terlambat" teriak Sabya di belakang tukang ojek nya.
"siap, gasss" tukang ojek itu pum melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
namun tiba-tiba Sabya menyuruh menghentikan dulu motornya.
“bang berhenti dulu bang bentar" Sabya menepuk-nepuk pundak tukang ojek nya.
"kenapa neng, ini masih jauh ke tempat tujuan nya juga?" tanya tukang ojek.
"iya saya juga tau, bentar bang" ucap Sabya.
"kenapa bang, mogok ya mobilnya, mangkanya jangan sombong jadi orang" Sabya meledek laki-laki tadi yang menegurnya tadi.
"awas Lo ya kalo ketemu lagi, gue balas" teriak laki-laki tersebut.
"ayo bang lanjut lagi" ajak Sabya kepada tukang ojek. sabya sangat puas bisa ngeledekin laki-laki tadi.
setelah sesampainya di depan kantor, Sabya pun langsung membayar ongkos nya.
"ini bang ongkos nya, makasih ya bang, Abang udah nganter saya tepat waktu ke sini" Sabya mengasongkan uangnya.
"terimakasih kembali neng" jawab tukang ojek.
Sabya langsung memasuki kantor, dan langsung ke tempat ganti pakaian, dia memakai seragam office girl kantornya.
“sabya Lo darimana aja sih, untung Lo gak telat" Indry datang menghampiri Sabya sambil membawa sebuah sapu.
"angkotnya mogok, jadi terpaksa harus jalan dulu untuk sampai ke pangkalan ojek" jawab Sabya.
"gue bagian apa nih tugasnya?" tanya Sabya.
"ini, Lo ngepel aja, gue yang nyapu" Indry mengasongkan sebuah alat pel kepada Sabya.
“gue bagian yang beratnya nih?" tanya Sabya.
"iya, gue kan tadi udah beres-beres meja, di ruangan yang lain, sekarang giliran Lo yang ngepel" jawab Indry Sambil nyengir kuda.
"Yaudah deh sini, gue yang ngepel" Sabya pasrah dengan tugasnya.
"ini gue pel yang mana aja?" tanya Sabya.
"semuanya, sekalian sama yang depan juga ya" pinta Indry.
"Tah kenapa Lo nyuruh-nyuruh gue?" tanya Sabya.
"bukan nyuruh, kan sekalian, nanti besok gantian deh, Lo yang nyapu, gue yang ngepel, sekarang Lo yang ngepel, gimana setuju?" Tanya Indry.
"oke gue setuju Kalo gitu" jawab Sabya. kemudian mereka pun langsung melakukan tugasnya masing-masing.
“huh, yang di dalam udah kelar, sekarang tinggal yang di luar" ucap Sabya sambil menghela nafas.
saat Sabya sedang mengepel, tiba-tiba Sabya terpeleset, dan kakinya menendang ember berisi air bekas ngepel, air di dalam embernya pun tumpah semua, sehingga airnya tergenang di lantai, tiba-tiba datang sosok laki-laki yang sudah rapi dengan kemeja polos warna biru langit yang dipadukan dengan celana bahan warna hitam.
"“gdubras.." sosok laki-laki tersebut pun terjatuh karena menginjak genangan air tadi.
kebetulan di sana tidak ada siapa-siapa, Hanya ada Sabya doang, semua karyawan sedang berada di ruang meeting.
"ya ampun, bapak gak papa kan, sini biar Saya bantu bangunin?" tanya Sabya panik lalu menghampiri laki-laki tersebut.
"Kamu bisa kerja gak sih, air nya sampai tergenang begini" bentak laki-laki tadi.
“maafin saya pak, tadi saya terpeleset" ucap Sabya dengan suara sedikit Pelan, pikirannya melayang, dia takut si pecat.
"kerja yang benar dong" laki-laki itu menatap wajah Sabya, sementara Sabya sendiri hanya menundukkan kepalanya.
"Dia kan cewek rese tadi" batin laki-laki tersebut. ternyata dia adalah CEO yang di bicarakan Indry tadi kepada Sabya, nama nya Arhan Wijaya.
"iya pak saya minta maaf, saya janji saya gak akan ngilangin lagi" jawab Sabya yang masih menunduk.
“mending gue kerjain dia" batin Arhan.
"mau saya pecat, asal Kamu tau ya, saya di sini sebagai CEO, sebagai bos kamu, jadi kalau ada karyawan nya yang gak bener kerja nya, saya tidak segan-segan untuk memecat nya" ucap Arhan.
"Yangan pecat saya pak, saya janji, saya gak akan ngilangin kesalahan saya lagi" ucap Sabya.
"oke kalo gitu, kamu gak akan saya pecat, tetapi ada syaratnya" ucap Arhan sambil senyum-senyum sendiri tanpa sepengetahuan Sabya.
"apa syaratnya pak, saya siap melakukan apapun, asal saya jangan di pecat" ucap Sabya.
"syaratnya kamu harus ngelakuin apa pun yang saya suruh" ucap Arhan.
"apa pun itu?" tanya Sabya.
"iya" jawab Arhan. kemudian Sabya mengangkat kepalanya untuk menatap bos nya itu.
"deg" Sabya pun kaget, ternyata bis nya itu adalah laki-laki yang tadi dia ledekin.
"kenapa, kaget Kamu?" tanya Arhan.
"mati gue, gue bakal dikerjain abis-abisan ini mah" batin Sabya.
"hmm, maafin sikap saya tadi ya, saya tadi di jalan cuma becanda kok, serius" Sabya mengangkat jari telunjuk dan jari tengah nya sambil nyengir.
“saya gak butuh maaf kamu, yang saya butuh saat ini, adalah celana saya harus bersih dan kering kembali" ucap Arhan sambil mengarahkan
matanya ke celana nya yang basah akibat jatuh tadi.