Cecilia terbangun dari tidur panjangnya, memegang kepala yang terasa sakit. Badannya serasa remuk, berapa lama dia tidak bergerak seperti ini? “Engg” Cecilia melenguh saat merasakan berat pada bagian tangannya. Galdin terkesiap mendengar Cecilia sudah bangun, “Haus! “ Galdin segera meraih gelas yang berisi air putih saat Cecilia merengek memintanya. Cecilia menatap Galdin yang tersenyum lega padanya, dia melirik ke seluruh penjuru ruang. Cecilia meneguk habis segelas air putih itu seraya mengelap keringat yang muncul di pelipisnya. “Ada yang sakit yang? “ Tanya Galdin cemas. Cecilia menggeleng sebagai jawaban, “Vivi dimana? “ Tanya Cecilia, hal itu membuat Galdin menegang, “emmm, dia ada di ruangan sebelah kok. “ “Aku mau kesana dong, “ Pinta Cecilia membuat Galdin tersedak, “tadi a

