Tiga bulan berlalu Pagi yang cerah di SMA HARAPAN, di lorong sekolah terlihat Cecilia tengah berjalan sendirian. Raut wajahnya terlihat murung tak bersemangat, banyak murid memandangnya heran. Cecilia yang dikenal ceria, mendadak murung. Hal itu karena dia sendiri, tanpa ditemani siapapun. Hari ini Cecilia berangkat sekolah sendiri, jika biasanya ada Galdin yang sering mengantar jemputnya berbeda dengan hari ini. Galdin tidak bisa menjemput Cecilia karena ada acara keluarga, begitu pula dengan Vanya sahabat Cecilia sekaligus adik dari Galdin. “Cecilia! “ Panggil seseorang dari arah belakang Cecilia. Cecilia menengok, “eh lo Cup. “ “Loh kok sendirian aja, Vanya sama Galdin kemana? “ Tanya Ucup. “Mereka izin Cup, lagi liburan bareng keluarga. “ Jelas Cecilia. “Tumben lo enggak i

