Disinilah Galdino dan Avitha berada, di sebuah taman yang letaknya tak jauh dari rumah sakit dimana Raffa dirawat. Sepertinya Galdino sedikit gugup, terbukti dari desahan panjang keluar dari bibir mungil Avitha seolah mewakili rasa kesalnya terhadap lelaki di sampingnya, dari tadi Galdino mengacuhkannya. Beruntung dia memiliki stok kesabaran yang sangat, mungkin jika tidak Galdino sudah dia tinggalkan sendiri. "Jadi ini maksudnya serius? " Galdino menggeleng lalu menarik kedua tangan Avitha menaruhnya di depan d**a miliknya. "Dengerin aku, apapun yang terjadi nanti aku harap kamu selalu ada di samping aku. Jangan pernah percaya sama orang yang baru kamu kenal oke, apapun yang orang bicarakan tentang aku coba kamu tanya langsung sama aku maafin aku karena hubungan kita ini kamu akan sel

