“Cecilia! “ Teriak Galdin berusaha menyusul Cecilia yang tengah lari. “Hosh, hosh, hosh. “ Galdin terengah – engah, dia berhasil menyusul Cecilia yang kini tengah memeluk seseorang yang memegang kertas dengan tulisan V-R-MONTAQUIN, Galdin tersenyum senang melihat keberadaan Vivi yang ternyata menjemput mereka di bandara. Vivi tersenyum senang seraya menatap Galdin di sela pelukannya, kemudian ide jahil menghampiri pikirannya. “Hi, i’m sorry. Who are you? “ Tanya Vivi seraya melepaskan pelukan Cecilia. ‘TAK’ Rencananya Vivi akan mengerjai Cecilia, namun sepertinya Cecilia sudah menyadarinya. Vivi merenggut kesal saat jidatnya terkena jitakan Cecilia, “ish.” Cecilia masih menatap Vivi senang, dia menatap Galdin dj sampingnya kemudian berkata, “Yang, aku gak lagi mimpi kan? Coba b

