Bab 29 : Rahasia Di Balik GarisTembak

1516 Kata

"Setiap keadilan yang tertunda adalah kegagalan sistem. Dan setiap rahasia yang terkuak adalah kemenangan bagi ingatan yang telah lama tertidur." — Mahardika Matahari Saputra  Tiga hari setelah sidang perdana, Pengadilan Negeri Wonosobo masih menjadi pusat perhatian nasional. Tuntutan hukuman mati yang dibacakan langsung oleh Kajari Ghea Gemalia Saputri menjadi headline di mana-mana. Opini publik terbelah—sebagian memuji keberanian Ghea, sebagian lagi mengkritik tuntutan yang dianggap emosional. Namun, Ghea tidak peduli. Ia telah menetapkan garis tembak keadilan. Mahardika tetap di Wonosobo. Ia mengikuti persidangan, merilis laporan-laporan tajam, dan memimpin opini publik. Malam harinya, ia selalu kembali ke rumah dinas Ghea. Bukan untuk Duet Maut yang sesungguhnya, melainkan untuk me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN