Diva menatap lain dari biasanya, kenapa aku merasa dia bukan Diva yang ku kenal. "Kenapa, kamu tidak nyaman denganku sedangkan dengan mantan kekasih yang sudah mencampakanmu kamu masih membiarkan dia mendapatkanmu lagi," tatap Diva. "Apa maksudmu Diva?" "Aku tidak ingin kau berbicara tentangnya saat denganku, aku tidak suka saat keu menceritakan tentang masa lalumu tapi aku harus menahan diri untuk itu. Tapi kamu tetap saja membiarkan dia berada di sampingmu bahkan menyentuhmu tanpa bantah." Semakin Diva berbicara semakin membuatku tertegun. Pandangannya tidak bisa kuartikan antara dia lembut dan tidak. Tidak bisa aku ketahui di setiap gerakannya. "Icha, apakah kamu akan tetap seperti ini?" tanya Diva. "Seperti ini, bagaimana maksudmu?" Diva tidak menjawab pertanyaanku tapi dia

