Sudah duduk di sebuah kursi meja restaurant paling ujung bersama seseorang yang sama sekali tidak ku duga hal ini akan terjadi. Perasaan seperti apa, tentunya hanya keheningan yang terjadi. Meski aku menyadari ada hal yang berbeda dari penampilan Samuel saat ini. Dia lebih menunjukan bentuk tubuhnya yang maskulin dengan kemeja kantoran seperti umumnya pria pekerja. Gerak gerik rasa canggung dan ragunya juga terlihat. "Apa?" "Hmm, aku dengan ...." "Untuk apa menjelaskan?" sela Ku. "Hah, tapi aku ...." "Silahkan ...." seorang pelayan menyodorkan pesanan kami menyela ucapan Samuel. Masih terlihat jelas Samuel berusaha mengatakan sesuatu sembari meliht suasana restaurant sedari tadi. "Aku mau menjelaskan dulu," ucap Nya. "Tidak perlu, yang lalu biarlah." "Tapi aku ingin memberit

