Part 9 Didengarnya ucapan laki laki itu yang kembali menguras air mata Hanna, wanita ini terlalu rapuh untuk menerima kenyataan. Pukul 03.00 pagi, Hanna terbangun dari tidurnya, dibasuhnya mukanya dengan wudlu, yang dia butuhkan adalah bersujud kepada-NYA, dia butuh kekuatan. ‘’ya Allah, inikah jalan hidupku, aku butuh engkau ya Allah, bimbing aku, aku hanya wanita yng lemah aku tersesat, bantu aku mencari cahaya-MU, aku tidak bisa….hikss…hiks…terus seperti ini’’ Doa itu hanya bisa Hanna ucapkan dalam hatinya, tidak ingin membangunkan suaminya dengan tangisannya, diusapnya air mata itu dengan punggung tangannya, dilipatnya mukenah dan langsung menuju restaurant untuk memesan sarapan Hanna dan suaminya. ‘’mas bangun, sarapan dulu’’ ‘’mas’’ Bara beranjak, dia tau ini bukan sebuah mimp

