“Maaf, sepertinya saya salah dengar. Bisa ulangi sekali lagi?” baru saja Kinar selesai mandi dan menyegarkan pikirannya, pintu kamarnya diketuk dan yang muncul adalah dua orang wanita yang membawakan kabar yang cukup mengesalkan untuknya. Saking kesalnya, dia sampai tidak ingin menyadari kenyataan yang ada. Kedua wanita itu saling pandang dan salah satunya pergi lebih dulu tidak lama setelah komunikasi antar mata itu. Terlihat seperti terburu-buru, hanya saja mereka berdua berkomunikasi hanya dari tatapan mata saja, tidak mengikutsertakan Kinar di dalamnya. Semakin membuat Kinar bingung. “Saya tahu kalau Anda pasti tidak menerima ini Nona Kinar, tapi tugas kami sejauh ini hanyalah menyampaikan pesan dari Tuan Kinar. Dan apa yang Anda dengar tadi tidaklah salah, Nona.” wanita ini mengara

