“Maaf mengganggu waktu makan Anda, Nona Kinar, tapi saya hanya ingin menyampaikan pesan dari Tuan Zidan bahwa Anda diminta untuk membereskan semua isi lemari Tuan Zidan,” ujar seorang pria yang tiba-tiba menyela, datang dengan kondisi yang terengah-engah. Seperti habis dikejar anjing galak. ‘Apalagi ini? Kenapa pria itu penuh dengan drama yang membuatku semakin kesal dengannya? Astaga… semakin marah aku dibuatnya,’ batin Kinar. ‘Aku harus habiskan makanan ini dulu supaya punya tenaga melawan pria itu. Pura-pura nurut juga butuh tenaga,’ batinnya lagi. Tangan Kinar berhenti sejenak, kemudian kembali lanjut menyuapi makanan yang tadi sempat tertunda. Itu adalah suapan terakhir dari sarapan paksaan yang dilakukannya pagi ini. Iya, paksaan. Zidan membuat alibi yang sangat besar dan ajaib

