“Kyla?” sebut Zidan lagi, merasa asing dengan nama itu. Akan tetapi, ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah perempuan cantik itu. Susah sekali baginya berpaling. Bukan terpesona ataupun jatuh cinta, melainkan lebih ke arah mengingat sesuatu. Sesuatu yang sukar sekali ditemukan jawabannya oleh Zidan. ‘Aku merasa asing dengan nama, tapi aku seperti mengenalnya. Entah dimana aku bertemu dengan perempuan ini sampai-sampai dia bersikap seakan aku pernah bertemu dengannya. Aku tahu kalau aku tampan, tapi pasti bukan itu alasannya. Di luaran sana masih banyak yang lebih tampan dariku, tapi tidak sekaya dan seberuntung aku yang bisa menjadikan Kinar milikku meski hanya satu tahun,' pikir Zidan yang merasa kebingungan. ‘Ataukah mungkin dia salah satu dari dari wanita yang pernah aku

