"Nona Kinar sudah masuk ke dalam, Tuan. Apa masih melihat apa sampai tidak mau mengalihkan pandangan dari sana barang sedetik pun?" tanya Johan. Johan yang sedari tadi memperhatikan dengan diam-diam mulai dari saat melihat Kinar keluar dari mobil Zidan, sampai bayangan Kinar ditelan oleh ruangan rumah Zidan. Johan masih menunggu sebab melihat Tuannya yang terus menatap ke arah sana. Sampai akhirnya dia lelah berdiri menunggu untuk hal-hal yang belum pasti, ia mempertanyakan nya. Sayangnya, apa yang dia dapatkan? Hanya senyuman miris dari Tuannya. "Aku sudah jujur padanya, Johan." Zidan mengakuinya, bukan sembarang pengakuan. Awalnya Johan menganggap hal itu remeh, ia tertawa sendirian di saat para penjaga yang lainnya hanya bisa diam. Memang hanya Johan lah yang bisa kurang ajar terhada

