"Salah! Karna peduli lo, bikin gue jadi suka sama lo. Sedangkan lo jelas-jelas udah jadi punya orang lain." Kalimat tersebut terus saja berputar dalam kepala Abi, seperti kaset rusak. Perasaan Abi seperti diputar balikkan oleh fakta tersebut. Dia merasa bodoh, entahlah, merasa aneh tepatnya. Kenapa Renat bisa-bisanya menaruh perasaan terhadapnya? "Ya, jelas, Bego! Lo udah perhatian ke dia!" Abi menarik rambutnya kasar, memusatkan diri pada halaman luas di depannya. Bodoh. Seharusnya dia paham akan sebuah konsekwensi. Abi menghela napas, entah untuk ke berapa kali. "Abi!" Abi tersentak, menatap Haruka yang tengah duduk di sebelahnya. Diberikannya senyum, merasa bersalah pada perempuan itu. "Kamu kenapa? Pusing?" "Bukan, aku nggak apa-apa." "Terus, menurut kamu gimana? Bagusnya aku iku

