Abiana: Udah sampai. Aa dimana? Abirayyan: Masuk aja. Abi menatap sekitar setelah membalas obrolan Bia. Tepat, bunyi lonceng terdengar pertanda ada tamu yang masuk. Bia disana asik menebarkan pandangan, buru-buru Abi melambaikan tangan agar Bia melihat. "Aa," teriak Bia dengan suara sengau. Abi yang melihat tak pelak kaget. Lelaki itu segera berdiri, menyambut Bia agar ikut duduk bergabung bersama mereka. "Kamu kenapa?" tanya Abi berusaha menggeser rasa khawatirnya. "A, ayo temenin Bia ke bandara sekarang, A." "Kenapa?" "Isaac berangkat hari ini, A." Abi kaget, dan buru-buru menatap Renat yang masih sibuk menyuapkan es krim ke mulutnya. Laki-laki itu bingung apakah harus menemani Bia atau mengantarkan Renat pulang. "Ayo, A," paksa Bia sambil menarik lengan Abi. Bahkan adiknya ters

