Renat memeluk Nadine erat sebelum akhirnya melepaskan pelukan tersebut dengan senyum menggantung di wajahnya. "Makasih ya, Tante." Renat bersuara penuh suka cita dan setelah itu mulai melangkah ke mobil yang sudah menunggunya di halaman rumah. "Hati-hati, A," ujar Nadine pada Abi yang tengah duduk diam di balik kemudi. "Kalau kenapa-napa nanti Aa didemo sama Tante Gita." Abi mengangguk, lalu menoleh ketika tahu bahwa Renat sudah duduk di jok sebelahnya. "Ayo, Pak Supir!" ajak Renat sambil tertawa. Dan Abi, seperti tersentil oleh tawa itu. Entahlah, seperti ada pemberitahuan yang tersirat dalam tawa Renat, bahwa Abi memang dapat mengubah Renat menjadi pribadi dulu. "Hm," gumam Abi kalem. "Ke rumah mama kamu, kan?" "No." Renat menggeleng. "Rumah bokap." Abi hanya melirik Renat sekilas s

