"Akhirnya ujian kelar!" Victor berteriak tepat di sebelah Abi. Namun Abi seperti biasa, akan tetap tenang. Entah bagaimana, lelaki itu cukup percaya diri untuk nilainya di semester ini. Sambil masih mengobrol santai, mereka berjalan bersamaan meninggalkan ruangan tempat Abi ujian seminggu ini. "Ke ruangan Renata dulu, Vic," ujar Abi pasti. Sebab selama ujian, mereka tidak pernah bertemu. Pertama, karena jarak ruangan Abi dan Renat terpaut jauh. Kedua, setiap Abi menuju ruangan perempuan itu, Renat tidak pernah ia temukan. Pun ketika Abi melihat tempat parkir, mobil Renat sudah tidak ada. Abi berlari lebih kencang, berharap tidak ketinggalan Renat hari ini. Dia hanya ingin menanyakan kabar serta menagih janji Renat bahwa Abi akan ikut serta untuk membantunya dalam menemukan bukti yang Abi

