46 - Obrolan Manis

1466 Kata

Renat menggigit bibir sambil menahan senyum, matanya sibuk menyisir jalanan dan benda-benda di pinggir jalan. Duduk tepat di belakang Abi memang kerap membuatnya tenang. Ia merasa seperti tengah dilindungi. Tapi tepat di depan matanya, sebuah fakta berteriak dengan kasar. Bahwa Abi, bukan miliknya. Renat berusaha mengabaikan. Dihirupnya lagi aroma lembut khas Abi. Renat berpikir, apa yang nanti akan terjadi bila Abi dan dia mulai berpisah untuk menyambut dan memulai pendidikan yang lebih tinggi. Sebab pagi ini, mamanya sudah membahas perihal bagaimana Korea dan reaksi sang kakek tentang perpindahan Renat yang memang masih akan lama terjadinya. Tapi, waktu akan terus bergerak ke depan, bukan? Renat menggeleng, rasa-rasanya sangat tidak enak jika terus memikirkan kekasih orang. Renat tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN