Setelah selesai makan Jimmy dan Mr Walker duduk diruang tamu mengobrol. Jimmy duduk disebelah Medy, Mr Walker duduk dihadapan mereka berdua. Ada meja yang memisahkan mereka. Mr Walker banyak bertanya kepada Jimmy.
“ Jadi kamu kerja dimana Jim? “ Tanya Mr Walker
“ Aku punya perusahaan konstruksi kecil- kecilan tuan Walker. “ Jawab Jimmy
“ Really?Good for you.. anak muda memang harus punya tanggung jawab memiliki Usaha sendiri. Walaupun kecil-kecilan.”Jawab Mr Walker lagi
“ Yeah benar “ Jawab Jimmy lagi.
“ Jadi perusahaanmu membangun apa saja Jimm?” Tanya mr walker
“ Ada beberapa gedung perkantoran dan beberapa Mall di Kota Sidney dan kota Adelaide” Jawab Jimmy
“ Sekarang proyek sedang susah ya?” LAnjut Mr Walker lagi,
“ Iya benar Tuan Walker. Susah sekali memenangkan tender proyek sekarang. Aku dan karyawwanku kadang- kadang ikut tender sampai tanpa tidur beberapa hari. Angka bid nya tipis- tipis sekali. Dan kalau akhiirnya dapatpun, keuntungan sangat minim. Tapi ya mau bagaimana lagi, yang penting karyawan tetap harus makan, dan perusahaan tidak boleh bangkrut. “ Jimmy menjawab dengan bijak
“ Kau benar Jimm, nomor satu adalah kesejahteraan karyawan.” Jawab Mr Walker mengagumi pola pikir Jimmy.
“ Kau anak muda yang mempunyai bakat dalam berbisnis. “ Mr Walker memuji Jimmy. Jimmy tersanjung mendengar pujian mr walker. Medy melihat jam di tangan kirinya
“ Jadi kita mau jalan jam berapa ? “ sekarang sudah jam 10. Rumah kamu jah tidak? Apakah kita akan macet? Jika terlalu siang?” Tanya Medy
“ Oh yeah, lebih baik kalian berangkat sekarang, aku takut jalanan jadi sangat macet. “ Jawab Mr Walker
“ BAiklah Mr Walker, kami pamkt dulu” Jimmy berkata sopan
“ Dad aku pergi dulu ya.. “ Medy mencium pipi kanan dan kiri ayahnya. Ayahnya membalas mengecup pipi kanan dan kiri Medy
“ Oke Medy, takecare okay?”
“ Mooomm… aku dan Jimmy berangkat yaa…” Medy berteriak sambil berjalan ke dapur mencari ibunya. Mrs Walker tergopoh- gopoh berlari ke ruang tamu
“ Aku sedang mencuci piring.. apakah kalian akan berangkat sekarang?” Tanyanya
“ Yes Mom, aku berangkat dulu yaa…” medy mencium pipi kanan kiri ibunya. I Mr Walker membalas mengecup pipi putri kesayangannya.
“ Hati- hati kalian dijalan ya.. Jimmy, jangan mengebut, kalau ada sesuatu yang terjadi pada anakku, maka aku akan mengejarmu Jimmy” Ucap Mrs Walker bercanda tapi juga serius
“ Mom… jangan berlebihan begitu…” Medy merajuk kepada ibunya.
“ Ha.. ha.. siap boss.. aku akan menjaga putri kesayanganmu ini baik- baik” Jawab Jimmy. Mereka berjalan ke luar rumah di ikuti oleh mr dan mrs walker yang mengantar mereka sampai ke mobilnya Jimmy. Jimmy membukakan pintu untuk Medy dan dia berjalan menyebrangi mobil untuk masuk ke tempat driver. Jimmy yang makin manis kepada Medy tiba2 memakaikan Medy Seatbelt. Mereka sekarang jadi semakin dekat, walaupun banyak sisi konyolnya, namun Jimmy sering melakukan hal-hal yang membuat hati Medy bergetar. Selama mereka di Paris, Jimmy sering memakaikan seatbelt, membuka pintu, mengikat tali sepatu Medy, memegang tas Medy, bahkan kadang- kadang menggendong Medy ke penginapan jika dia sudah mabuk berat. Medy menahan napasnya ketika wajah Jimmy berada tepat didepan medy dan hanya beberapa Cm saja dari wajahnya. Kuping dan wajah Medy memerah, dia canggung hanya berduaan saja Bersama Jimmy didalam mobil.
“ Ahh Kamu manis sekali dengan pipi merahmu sayang “ Ucap Jimmy gemas. Dia mencubit pipi Medy. Medy memanyunkan bibirnya.
Jangan begitu Jimmy, Mom And dad masih melihat kita.” Medy memperingatkan.
“ Oh iya ya.. aku lupaa.. aku merasa dunia hanya milik kita berdua Sayang” Jimmy berkata manja. Medy mencubit tangan Jimmy dengan gemas. Setelah memasang seat belt untuk Medy, Jimmy memasangkan seatbelt untuk dirinya sendiri. Kemudian dia menyalakan mobil dan memasukkan persnelingnya, Jimmy menginjakkan kakinya pada pedal gas. Mobil melaju pelan keluar dari pekarangan apartemen Medy. Kemudian Jimmy membelokkan mobil kearah jalan raya menuju pusat kota Sidney. Jalanan hari itu tidak terlalu padat, karena jam istirahat para pekerja yang belum dimulai. Jadi berkendara di tengah kota Sidney yang lancar Bersama Jimmy membuat Medy tersenyum sendiri. Bagaimana tidak? Jimmy adalah pacar pertamanya, dan dia sudah mengenalkan Jimmy kepada orang tuanya. Begitu juga dengan jimmy, dia juga udah mau mengenalkan Medy kepada orang tuanya. Medy deg- degan takut orang tua Jimmy tidak menyukainya.
“ Jimmy, bagaiman jika Mom and Dad Mu tidak menyukai ku?” Tanya Medi
“ Ah kenapa mereka ttidak menyukaimu? Kamu gadis cantik dan manis. Aku saja suka, bagaimana mereka bisa tidak suka? Kamu jangan mengada- ada Medy” JAwab Jimmy sambil tersenyum
“ KAmu yakin Jimm?” Tanya Medy lagi
“ Iya, kamu percayalah padaku. “ Jimmy memegang tangan Medy untuk menenangkan. Tangan Medy dingin, Jimmy sadar Medy sangat nervous.
“ kamu tenang ya sayang.. ayah dan ibuku baik kok. Sama seperti ayah dan ibumu. Mereka pasti akan menambut dengan hangat” Ucap Jimmy lagi
“ Jimmy, aku ingin membelikan bunga untuk mereka maukah kamu mampir ketoko bunga sebentar?” Tanya Medy lagi
“Oke sayang. Baiklah.” JAwab jimmy mengecup tangan Medy
Perlahan Jimmy membelokkan mobilnya ke bangunan megah yang isinya pusat perbelanjaan mewah. Semua toko yang ada disana adalah brand high class. Tidak semua warga Sidney bisa kesitu. Karena memang barang- barang yang dijual disana tidak ada yang murah. Mobil melaju menembus pekarangan pusat perbelanjaan itu, bahkan pekarangannya pun indah, benar- benar terawat, layaknya taman kota. Jimmy memperlambat laju mobilnya, karena pintu masuk pusat perbelanjaan tersebut sudah terlihat. Sambil mengantri untuk pelayanan Valet, Mobil berhenti tepat di depan pintu masuk, Jimmy membuka seatbeltnya, dan berusaha meraih seatbelt Medy, Medy mendului Jimmy dengan meraih tali seatbelt lebih cepat. Gi.
“ Aku duluaan…. Yeayyy “ ucap medy sambil menjulurkan lidahnya
“ Kamu curang sayangg…. “ Aku kan ingin membukakan itu untukmu… “ Jimmy pura- pura merajuk
“ Aku bisa melakukannya Jimm…” Medy menjulurkan lidahnya sekali lagi. Kemudian dengan buru- buru Medy membuka pintu mobil dan turun dari mobil..
“ Yeaaayy aku duluan jugaaa… aku bisa membuka sendriri koook” Medy menjulurkan Lidah lag ke atas Jimmy
“ Awas ya sayang, nanti aku akan membalasmu. “ Ucap Jimmy lagi. Jimmy dan Medy memang sangat cocok Bersama.mereka konyol dan kekanak- kanakan. Medy menghampiri Jimmy dan menggandeng tangan Jimmy. Mereka pun berjalan Bersama memasuki Mall tersebut.
“ Jimm, aku kan hanya ingin membeli bunga, kenapa kau malah masuk ke Mall? “ Protes Medy
“ daripada bunga, Ibuku lebih suka cake, dan di mall ini ada toko bakery favvorit ibuku. Dia sangat suka kue yang ada di mall ini, “ JAwab Jimmy
“ Ohh begitu, jadi kita tidak perlu membeli bunga yaa…” ucap Medy lagi
“Yup…. Kalau kamu ingin mengambil hati ibuku, bawa kue ini saja. Kalau dia sedang marah padaku dan shane, kami selalu membeli kue disini, untukmembujuknya agar tidak marah lagi. Ddan ini selalu berhasil” Jimmy bercerita dengan bangga. Medy geli melihat ekspresii kekanakan yang ada di wajah Jimmy.
“ kamu memang dewasa dankekanakan disaat yang bersamaan Jimm” Medy terkekeh
“ Ahhh kau kenapa mengataiku???” Jimmy pura- pura merajuk
“ Hi.. hi.. hi… tidak apa- apa kok kalau kekanakan..yang penting kan aku sayang”Medy menggoda Jimmy
“ Ahhhh… aku sayang kamuuu Medy…..” Jimmy memeluk erat bahu medy, dan Medy tertawa cekikikan dibawah bahu Jimmy. Mereka berjalan melewati lobby yang besar dan indah, dengan bunga segar disetiap sudut ruangan lobby. Medy sering ke Mall ini Bersama teman- temannya.mereka suka nongkrong di Food court di lantai paling atas.
“ jadi di lantai berapa toko cake favorit ibumu itu? Tanya Medy
“ Kalau aku tidak salah di lantai 3. Ayo kita naik lift saja.” Jimmy berkata lagi. JImmy berjalan kearah kiri dimana tempat lift berada. Mereka ikut mengantri untuk masuk kedalam lift, ketika giliran mereka masuk, JImmy meminta kepada petugas untuk diturunkan di lantai 3. Sesampainya dilantai 3, mereka keluar dari lift dan berjalan kearah kiri. Tidak jauh dari sana, JImmy berhenti dan berpikir sejenak, setelah dia membaca salah satu nama toko kue, kemudian dia melangkah mantap masuk ke toko kue tersebut. Pelayan toko membukakan pintu untuk mereka berdua.
“Silahkan masuk tuan dan nyonya.. ada yang bisa kami bantu?” Tanya pelayan toko tersebut
“ Ohh Tuan Jimmy.. apa kabar Tuan? “ Tanya pelayan toko tersebut
“ Haii Richie…. Whatsup my men..” Jimmy mengangkat tangan untuk membuat Tos dengan Richie si pelayan toko. Ternyata semua pelayan toko itu mengenal Jimmy dan keluarganya
“ Nyonya Apa kabar? Sudah lama nyonya tidak kesini.” Ucap Richie lagi
“ Oh pasti dia sibuk kalau dia benar- benar tidak sempat kesini. “ jawab Jimmy
“ yeah Aku rasa begitu tuan..” Ucap Richie lagi
“ Tapi aku yakin pasti supirnya sering kesini” jimmy berkata lagi
“ Yes anda benar.. tuan Mark hampir tiap hari kesini. “ jawab Richie lagi
“ jadi apakah kamu mau cake yang biasa? “ Tanya Richie lagi.
“ Yeah bungkuskan yang biasa tapi ukuran yang besar. “ jawab Jimmy lagi
“ Baiklah.. meluncur. Tunggu sebentar tuan” ucap Richie lagi.
Jimmy yang dari tadi sibuk mengobrol berama Richie, lupa kalau dia sedang Bersama Medy
“ Sayang lihatlah apakah ada kue yang mau kau bungkuskan untuk ayah ibumu? “Jimmy menwarkan kepada Medy.
“ Bolehkah?” Tanya Medy dengan wajah berbinar
“Yes boleh sekali. Pilihlah 1 yang paling enak” Jawab Jimmy
“ bagaimana caranya aku tau enak atauntidak, aku bisa dibilang tidak pernah mencicipi kue- kue disini.” Jawab Medy
“ Ohh itu sangat gampang sayang. Kau tinggal bertanya kepada para pelayan disini “ Jawab Jimmy jahil. Medy memanyunkan bibirnya.Jimmy sering sekali bercanda walaupun kadang- kadang tidak lucu. Medy mengabaikan jimmy, dia berjalan mengelilingi toko kue itu, berhent disetiapetalase- etalase.terlalu banyak kue yang penaplannya cantik. Sehingga Medy pusing sendiri.
“ Ahh aku pusing Jimm” kata Medy
“Kenapa sayang? Kamu sakit?” Tanya Jimmya khawatir
“ bukaaann… aku pusing terlalu banyak pilihan.” JAwab medy lagi
Jimmy tertawa tergelak…. “ Ha.. ha.. kau tinggal pilih salah satu saja”
“ Aku tidak bisa memilihnya. Semuanya tampak canti dan enak… aku bingung. Aku ingin membeli semuanya saja karena aku tidak bisa memilih” Medy berkata frustasi
“Kamu pilihkan saja jim… kamu kan pasti udah merasakan semua kue- kue disini. Ayo pilihkan saja…” Medy masih cranky
“ Ah dasar kamu pacar manjaaaaa” Jawab Jimmy gemas
“ Ayo sini ikut aku, akan aku tunjukkan kue- kue best seller dan favorit keluargaku yang mana saja…” ucap Jimmy menggandeng tangan Medy.
* * * Bersambung * * *