20

1789 Kata
Jimmy memilih kue yang sama dengan orang tuanya untuk diberikan kepada orang tua Medy. Dan mereka membeli kopi untuk mereka berdua dijalan. Medy ternyata menyukai Latte juga. Jadi Jimmy senang karena sekarang punya teman untuk hobby minum kopinya. Jimmy menggandeng tangan Medy dan berjalan menuruni Lift kearah Lobby. Di lobby ada took Balon, Jimmy masuk kedalam took tersebut, dan membelikan balon hias bertuliskan congratulation. Medy bingung mlihat Jimmy membeli balon “ Apakah Ayah ibumu juga menyukai balon?” Tanya Medy kebingungan “ Tidak, tapi aku tadi suka melihat bentuk balon ini dan aku suka warnanya, jadi aku memutuskan untuk membelinya. “ sahut Jimmy sambil nyegir “ Yeah warna dan bentuknya memang bagus sih… “ Jawab Medy keheranan. Jimmy mengelus kepala medy yang sedang kebingungan. “ sudahlah sayang, tidak usah dipikirkan… he.. he… he…” Jimmy masih cengengesan, mereka bergandengan tangan dan segera keluar dari Mall tersebut. Sesampai didepan Lobby, mereka menunggu mobil mereka datang, Jimmy membukakan pintu mobil untuk Medy, dan dia berjalan kearah sisi pengemudi. Setelah memasangkan seat belt Medy, Jimmy memasang seat beltnya sendiri dan segera memacu mobilnya. Setelah keluar dari Mall tersebut, Jimmy mengarahkan mobil ke pintu toll terdekat. Mobil melaju kencang di Toll, perjalanan ke rumah Jimmy tidak lama, karena toll sedang sepi dan tidak ada hambatan berarti selama perjalanan. Setelah mendekati pintu keluar, Jimmya mengambil jalur kiri dan berbelok ke kiri kearah perumahannya. Tidak jauh dari ttoll, Jimmy berhenti di toko buah. Setelah parker Jimmy berkata kepada Medy, “ tunggu disini sebentar ya sayang. Aku ingin membeli sesuatu” ucap Jimmy “ Okay sayang” Jawab Medy dengan muka bertanya- Tanya Tidak lama, Jimmy kembali lagi dan membawa sebuah bungkuan besar. Medy bertanya- tanya apa gerangan isinya “ Kamu beli apa sayang?” Tanya Medy “ Aku beli Apel untuk ikan Koi ku… merekahanya mau makan apel” jawab Jimmy cengengesan “ Hooo… ikan yang aneh” Medy berkata dengan muka polos “ Sudah sayang, tidak usah dipikirkan. Memang semua yang ada dirumahku aneh. “ Jimmy tergelak lagi Medy manggut- manggut berusaha memahami keunikan pacarnya itu, Jimmy melajukan mobillagi, tidak lama, mobil pun memasuki sebuah perumahan terelit di Sidney. Medy melihat- lihat sekeliling perumahan, semuanya berbentuk seperti villa yang mewah dan megah. Jimmy memacu mobilnya dan berbelok kekanan. Tepat di hook jimmy berhenti, dan pagar rumah pun terbuka otomatis. Mobil jimmy masuk kedalam, dan parkir di halaman parkir khusus. Terlihat jejeran mobil mewah terparkir disitu. “apakah semua mobil itu milik keluargamu?” Tanya Med kagum “ Yeah, milikku 2, milik sane 2, milik orang tuaku 4. Kami memiliki mobil masing- masing. Tapi kami boleh meminjam mobil yang lain jika dibutuhkan. “ Ucap Jimmy. Medy terkagum-kagum melihat parkiran mobil yang lebih terlihat seperti showroom itu. Mereka masuk melalui pintu samping. Dan ruangan yang ada di balik pintu itu adalah kolam ikan. Jimmy mengambil salah satu apel yang ada di bungkusan yang dibelinya tadi, kemudian dia mengambil pal yang sudaah disediakan disitu. Dia memukul apel itu menggunakan palu sampai remuk, kemudain dia menebar apel yang remuk kedalam kolam ikan. Apel yang kedua pun mengalami nasib yang sama, remuk dihantam palu. Dan disebarkan lagi kedalam kolam ikan tersebut. Para ikan koi menyambut kedua apel remuk itu dengan berebutan. Mereka memakan apel tersebut dengan rakus. Ikan yang aneh pikir Medy “apakah mereka tidak mau makanan lain selain apel? “ Tana Medi “ Nope, mereka hanya mau makan ini. Mereka sombong sekali” Jimmy menggerutu “ mungkin dri awal kami meman terbiasa meemberi mereka makan ini.” Ucaap Medy “ Tidak sih, awalnya pas sedang makan ape, apelku jatuh kesini, dan mereka langsung menyerbunya, mereka rakus sekali kau tau? Aku apel itu dimakan tanpa sisa. “ Jimmy menggeleng- gelengkan kepala “ Ohh makanaya mereka terbiasa makan apel jadinya” Ucap Medy lagi “Ayo kita masuk. “ Ajak jimmy. Jimmy menrik tangan Medy untuk masuk kedalam rumah. Tampak lah ruang keluarga yang sangat luas dipenuhi semua perabotan mewah. Jimmy membawa Medy keruang tamu. “ syayng, kamu lebih nyaman duduk disini atau di ruang keluarga yang tadi?” Tanya Jimmy “ Aku dimana saja boleh, asalkan…” Belum selesai Medymenjawab, Jimmy memotong “ Asalkan bersamaku kan? Aihh… ah sayang, kamu menggemaskan sekali “ sambil tersenyum suringah Jimmy mengambil bantal sofa memeluknya dan menggigit- gigit ujung bantal tersebut. Medy mencubit gemas pipi kekasihnya itu. “ kamu kiyut sekali sih sayang hari ini… uunchhh” Medy memegang pipi Jimmy sambil memanyunkan bibirnya “ Ahh sayang,, kamu yang kiyut, aku jatuh cinta berkali- kali padamu hari ini…” Jimmy ikut memegang kedua pipi Medy dan ikut memanyunkan bibirnya… ketika mereka sedang saling memanyunkan bibirnya, tiba- tiba da orang yang masuk keruaangan tersebut, sontak Medy kaget dan otomatis melepaskan tangannya dari kedua pipi Jimmy “ Ooouuhh Love birds… so cute…” Suara seorag wanita terdengar dari ujung ruangan. Terlihat wanita itu tersenyum manisa sambil memeiringkan kepala dan tangannya di silangkan di dadanya “ Dad… can you kiss me also?? Just like that lovebirds? Uunncchh” wanita tersebut memanyunkan bibirnya kepada laki- laki disebelahnyaa “ Ohh Mommy…. UUnchh I love you tooo… Uunchhh” Lki- laki trsebut mencium wanita disebelahnya. “MMuaahhh “ Balas si wanita tersebut. Medy melongo melihat kedua orang paruh baya tersebut. “ Mom, Dad, Iyeewwhhh… go get a room please… you make me sick… hoeekkkk” Jimmy berkata dengan muka jijik “ Medy, abaikan mereka. Mereka memang sua berbuat aneh. Sepertinya mereka sugar rush tiap hari. Terlalu banyak makan cake” Jimmy terkekeh Mom and Dad JJimmy yang sudah berhenti melakukan atraaksi perang bibirnya, menoleh kepada Jimmy “ Kamu yang duluan Jim… kenapa malah kamu yang jijik kepada kitaa? “ Tanya ibunya “ Mom aku dan Medy tidak berciuman seperti yang kalian lakukan baruusan… iyuuuhhwww… mataku ternoda Mom…” Jimmy berkata sambil menutup matanya “ Ah kalian anak muda hanya sok suci saja.. “ JAwab ibunya lagi “ Jadi ada siapa sekarang? Haii girl…. How you doing?” Ibu Jimmy menghampiri Medy dan memeluknya, dia juga mencium pipi Medy layanya orang yang sudah lama dikenalnya. “ Mom,, this is My girlfriend Medy” Jimmy mengenalkan Medy sambil kembali tersenyum malu malu dan mengigit- gigit Ujung bantal sofa “UUncchh Medy… Nama yang cantik,, persis seperti orangnya… benar kan dad? Medy cantik sekali ya? “ Ibu Jimmy bertanya kepda ayahna “ Iya benar Medy,kamu cantik sekali,tapi tetap yang paling cantk adalah kamu Mom…” “ Iyuuuhhhwww Mom Dad… its very disgusting hooeekkk” Jimmy kembali jijik dengan perbuatan ayah dan ibunya. Medy tersenyum melihat tingkah laku ayah ibu dan anak itu. Mereka keluarga yang menyenangkan “how are you Medy darling ?” Tanya ibunya lagi, “Im Fine Ma’am Thank you so much” Jwab Medy “ It so Nice tto meet you Medy darling…adi kulihat kamu membawakan cake favoriteku ya? Ah kau pandai mengambil hatti ya?? Kau mau meminta restuku ya dengan membeika kue??? Ah baik-baaik kalian ku restui… asalkan ingat satu hal.. jangan sampai hamil sebelum menikah y…” Ibunnya menyerocos Medi tersipu malu mendengar perkataan ibunya Jimmy. Apakah harus sevulgar ini pembahasannya? Pikir Medy “ ah Mom please… Dad… tolong ingatkan mom,,, “ Jimmy berkata frustasi melihat ibunya “kami kesini ingin meminta tolong Mom, bukan ingin meminta restu…” Jimmy melanjutkan lagi “ Ya… yaa… aku merestui.. silahkan teruskan” Jawab ibunya mengabaikan ucapan Jimmy Ibunya Jimmy masih mengagumi kecantikan Medy, dan terus emgang dagu medy, sambil berkata dia sangat cantik berulang-ulang “ Dad, bisakah kau mendengarkanku dul? Aku utuh prtolongan kalian” Jimmy berkata lagi Ayah Jimmy pun hampir sama dengan Ibunya. Dia terlalu sibuk memuji istrinya, sehingga mengabaikan oongan Jimmy. “ JAid aku, shane dan Medy di paris bertemu pasukan werecat, mereka sangat ramai, dan mereka jahat. Bisakah kalian membantu aku dan shane Dad? “ Tanya Jimmy lagi. Ayah dan ibu Jimmy hanya mengangguk dan mengabaikan Jimmy “ Bagaimana kalau kalian tunangan saja dulu? Ahha itu ide bagus… akumemang brilliant yak an sayang?” Ibu Jimmy berkkata kepada ayahhnya “yeah… that’s my girl.. kamu memang jenus…: dad ikutan menyetujui pertunangan itu Medy terlihat bingung… ini sungguh mendaak. Kenapa mereka tiba- tiba membahas pertunangan? Ayah ibuku tidak akan menyetujui ini batin Medy panic “ JAid rumahmu dimana Medy darling? Aku dan dad akan segera kesana untuk melamarmu. Kita buat pesta yang meriah… aahh aku sudah tidak sabar… ayo kita telpon Wedding Organizer dad..” Ibunya terus menyerocos “ Mom please,, listen to me.. aku butuh pertolonganmu… dengarkan aku mom” Jimmy memohon- mohon kepada kedua orang tuanya yang hilang focus itu. “ Honey, haruskah kita buat acara di hotel atau dirumah saja? : Tanya dad kepada Mom “ Lebh baik di hotel dad.. akan lebih simple… kau mau di hotel mana Jimmy? Ohh Paris ya tadikatamu? Oke baiklah… kita buat acara pertunangan di Paris ya… besok pagi kita berangkat ke Paris saja Honey untuk survey Hotel dan Wedding organizeernya Jimmy pasrah dengan kelakuan ayah dan ibunya, dia tidak bisaberbuat apa- apa. “ Mom kalau kau bisa ke Paris besok, tolong bantu aku untuk segera memberantas masalah Werecat ya…” “ Yes- yes Jimmy, kita undang nanti semua Werecat seperti yang kamu minta. Jadi Medy darling, kita jadi kerumahmu kapan? Apakah kamu mau menemani? Atau aku berdua dad saja yang kesana menemui ayah dan ibumu? “ Tanya Mom lagi “ Jimmy bagaimana ini? “ TanyaMedy yang bingung dengan ketidak fokusan orang tua Jimmy “ Biarkan saja dulu Medy, nanti akuyang akan bilang kepada mereka” “ Medy darling dan Jimmy, pooknya kalian harus memegang janji kalian ang tadi ya… tidak akan hamil duluan. Oke? Aku senang sekali kita akan menjadi family… aahhhh Unnchhh” Ibu Jimmy memeluk Medy lagi. Pelukan ini untuk yang ke 100 kalinya di siang ini. Medy hanya bisa pasrah saja. Dan mempercayakan hal ini semua kepada Jimmy. Sungguh keluarga yang aneh. Aku pikir hanya Jimmy yang aneh. Ternyata ayah ibnya juga aneh. Bahkan lebih aneh dari pada orang tuaku batin Medy. “ Medy ayah ibumu suka apa? Aku sebaiknya membawa leh- oleh apa untuk mereka? Ohh apaah mereka suka mobil? Kita elikan mobil saja dad? Range rover seperti punya Jimmy? HAdiah pertunangan? Bagaimana menurutmu dad?” Tanya Ibu Jimmy lagi “ Yeah boleh sekali sayang. Ak rasa mereka pasti menyukainya. Iyakan Medy” Tanya Ayahnya kepada Medy “ Oh. Hmm… “ Medy tidak bisa menjwab dia melirik ke Jimmy meminta pertolonan “ Mom, hal it nanti saja di bicarakan, biarkan Medy bernapas. Kami baru kenalan Mom…” Jimmy membantu Medy.. Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN