Jimmy dan Medy melangkah keluar dari terminal kedatangan di Bandara Kingsford Smith, mereka mencari- cari sosok supir dan ajudan ayah Jimmy. Setelah lama melihat- lihat, akhirnya mereka menemukan kedua orang tersebut sedang berdiri didekat pintu keluar menuju taxi- taxi dan kendaraan umum. Yang satu tinggi besar, yang satunya lagi kecil kurus. Jimmy menyapa mereka dengan hangat
“Tony, Mark… Terimakasih sudah menjemputku” Ucap Jimmy
“Tuan Jimmy selamat datang” Sahut Tony
“Tuan Jimmy selamat datang” Mark mengiikuti Tony menyapa tuannya
“Hai… tidak perlu basa basi begitu padaku. Kita kan berteman” Jimmymenjawab sambil menepuk pundak mereka.
“Oh iya.. kenalkan ini pacarku Medy” Lanjut Jimmy mengenalkan Medy kepada Tony dan Mark
“Sayang, kenalkan ini Tony dan Mark” Jimmy beralih kepada Medy
“Hai Tony, hai Mark, perkenalkan aku Medy” Medy memperkenalkan diri
“Hai Medy, aku Tony, dan ini Mark” Tony menjulurkan tangan kepada Medy.
“Tony ini bagaikan ayah kedua bagiku. Dia selalu ada untukku dan Shane, dari semenjak aku lahir. Dan ketika aku masih kecil, dia selalu menjadi kambing hitam kalau kami berbuat onar. Dia selalu menutupi kenakalan kami. “ Jimmy bercerita sambil terbahak- bahak dan merangkul Tony. Pria tinggi besar dan berwibawa itu
“Begitulah, aku dilahirkan hanya untuk menutupi kenakalan kedua anak badung ini” Tony berkata sambil pura- pura meninju perut Jimmy. Jimmy yang melihat tinjuan itu langsung menghempaskan diri ke belakang, pura- pura terkena tinjuannya. Dan tidak lama Jimmy membalas tinjuan itu dengan uppercut ke dagu Tony. Dan Tony pun berlagak jatuh terkena Uppercutnya Jimmy. Medy dan Mark yang melihat itu tersenyum geli sambil dalam hati sama- sama berkata Mereka sungguh kekanankan.
Setelah segala drama perkelahian itu, akhirnya mereka berjalan kearah parkiran. Tony menolak menunggu di Lobby bandara, dia mau ikut ke parkiran saja mengambil mobil. Akhirnya sampailah mereka di mobil mewah milik Jimmy. Jimmy benar- benar seorang yang kaya raya. Tony membukakan pintu untuk Medy, Jimmy dan medy duduk di barisan tengah mobil itu. Tony duduk didepan disebelah Mark yang menyetir mobil.
Mobil mewah itu berjaan menembus kota Sidney pada siang hari. Kalau melihat langit hari itu, mereka tidak akan menyangka tadi mengalami turbulence parah diatas pesawat. Medy masih bergidik mengingat kejadian tadi. DIa sekarang sangat takut jika harud naik pesawat lagi. Lebih baik tidak pergi kemana- mana daripada harus mengalami hal itu lagi. Batin Medy.
Disepanjang perjalanan menuju rumah Medy, Tony menceritakan tentang kenakalan- kenakalan yang dilakukan oleh Jimmy dan Shane di masa lalu.
“Pernah s siuatu kali ketika ada seorang tukang kebun yang sudah tua tertidur di kursi taman, dia tertidur dengan mulut menganga, kemudian, 2 anak bandel ini lewat tak sengaja, mereka berdua melihat situkang kebun yang sedang tertidur, dan kau tau? Mereka memasukkan kapas kemulut kakek tua itu. Tanpa sengaja kakek tua itu menelan sebagian kapas itu. Dan ketika dia bangun, dia tersedak sampai muntah- muntah” Cerita Tony, Jimmy tertawa terbahak- bahak mendengar ceritaitu.
“Aku sudah banyak Lupa, Tony lah yang paling mengingat semuanya” Jimmy melanjutkan
“bagaimana tidak? Aku mendapatkan hukuman potong gaji sebulan gara- gara kejadian itu. Dan kau tau Tuan Jimmy, aku dengar- dengar kakek itu meninggal karena paru- paru basah, ketika di rontgen di paru- parunya terdapat kapas. Ucap Tony lagi
“ Kamu serius? Wah aku berdosa sekali kepada dia Tony.. apakahkau tau dimana keluarganya? Aku ingin datang meminta maaf” Jimmy berkata dengan menyesal
“Aku tau rumahnya dimana, tapi lebih baik anda tidak meminta maaf tuan, kalau mau anda kasih bantuan saja untuk berbelasungkawa. Karena jika anda meminta maaf seperti membuka luka lama bagi keluarganya. Dan itu aku rasa tidak akan membawa akibat baik untuk anda dan Tuan Shane” Tony menjelaskan
“Ohh baiklah Tony, nanti kamu temani aku kesana ya..” Jawab Jimmy
"Okay Tuan..” Jawab Tony
“Apakah rumahmu belok kekiri Med?” Tanya Jimmy kepada Medy
“Iya, didepan gang yang itu, toolong belok kiri ya Tuan Mark” Ucap Medy sopan
“baiklah” Jawab Mark sambil membelokkan mobilnya kekiri.
“Pelan- pelan disini, rumahku no 3 dari sebelah kiri.” Medy memberikan instruksi.
Mobi berhenti tepat di sebuah rumah putih sederhana. Rumah itu indah dan tertata cukup rapi. Halaman depannya walaupun kecil tapi sangat terawat. Banyak pot- pot bunga yang tertata di teras depan. Bunga- bunga sedang bermekaran saat ini, harum bunga tercium samar- samar ditutupi wangi rumput. Tony membuka pintu mobil
“Kamu mau mampir dulu Jimm?” Tanya Medy
“Mungkin besok sekalian aku menjemputmu. Kau tau, aku belum mandi dari kemaren pagi.” Jimmy menjawab sambil mencium ketiaknya
“Ha.. ha.. ha… Baiklah.. aku turun dulu, oh ya memangnya kita akan kemana besok pagi?” Tanya Medi lagi
“Kerumahku kaan… kamu lupa ya sayang?” Jimmy balik bertanya.
“Ohh baiklah…” Jawab Medy
“Dandan yang cantik yaah”Jimmy mengedipakn sebelah matanya
“Sekarang aku kkurang cantik?” Tanya medy
“Tidak.. Tidak… kau paling cantik didunia” JAwab Jimmy menggombal
“Ah Tony, sepertinya tuanmu belum minum obat cacing” ucap medy lagi
“Ha.. ha.. ha… awas kamu ya sayang” balas Jimmy
Medy turun dari mobil.Tony udah mengeluarkan barang- barangnya dari bagasi mobil, dan meletakkan barangnya di teras rumah
“Thank you Tony sudah mengantarku sampai rumah ucap Medy. “Mark Thank you for driving me safe…” Lanjut Medy lagi.
“Bye Jimmy….” Medy mengecup pipi Jimmy. Jimmy langsung mengecup bibir Medy.
“heii stop.. banyak orang malu” Terang medy. Jimmy hanya cengengesan.
Akhirnya mobil Jimmy meninggalkan halaman rumah Medy. Medy memasuki rumahnya dan ibunya menyambut medy dengan gembira. Banyak cerita yang ingin dia ceritakan kepada ibunya. Tapi badannya lelah. Akhirnya dia memilih beristirahat dan mandi kemudian tidur
Keesokan paginya, Jimmy telah bangun untuk bersiap- siap menjemput Medy. Sekarang dia punya pacar, maka dia mulai sering mandi dan bebersih diri. Dia juga memakai parfum dan mengubah gaya berpakaiannya. Kalau dulu dia cuek bebek dan kemana- mana memakai baju kaos dan celana pendek, kinni dia menggantinya. Dia mulai mengenakan celana jeans panjang, dan baju kaos dengan kemeja diluarnya. Dia menyemprot prafum mahalnya ke badannya dank e bajunya. Tapi karena kebanyakan menyemprot, dia menjadi pusing dan ingin muntah. Kemudain dia menyambar sepatu kets nya. Dia memakai kaos kaki baru, agar kakinya tidak bau. Hooeeekkk kaos kaki ini bau sekali, berapa lama aku tidak mencucinya batin Jimmy. Setelah memakai kaos kaki baru dan mengikat tali sepatunya, Jimmy mengambil kunci range rovernya. Dia mengelurakan mobil dari lemari, dan mengemudikannya kea rah rumah Medy.
Medy menyisir lagi rambut pirang keemasannya. Kulitnya yang pucat telah dia rias dengan makeup nude tipis-tipis. Dia memakai lip tint pink muda agar tersamar dengan kulit asli bibirnya. Dia tidak ingin terlihat mencolok. Karena ini pertama kalinya dia berkunjung kerumah pacarnya. Dia memakai baju putih polos, dengan rok putih dibawah lutut yang comfy. Kemudian dia memakai sepatu ballet nya yang berwarna nude. Dia menarik tas nude nya yang tergantung di lemari. Setelah menyemmprotkan parfum, dia keluar kamar untuk sarapan. Dia melihat jam ditangannya sepertinya masih sempat untuk aku sarapan dulu sebelum Jimmy datang. Batin Medy.
“Mom.. Dad… ayo kita sarapan dulu” Medy memanggil kedua orang tuanya. Tak lama ibunya keluar dari dapur, dan ayahnya keluar dari kamar. Ayah sudah mandi, rambutnya masih basah. Medy mengecup pipi ayah dan ibunya
“Good Morning Mom.. Good Morning Dad” kata Medy
“Morning Girl. You look so pretty today. Ypu have a date?” Tanya ayahnya curiga
“Yeah Dad.. kau tau, kemarin dia dianter mobil hitam besar. Aku yakin itu pacar barunya” jawab ibunya bergosip
“Hei Mom,kenapa bergosip didepan orangnya?” Tanya Medy sewot
“Mom and Dad tenang saja, aku pasti akan mempertemukan kalian.sebentar lagi dia datang kok menjemputku” jawab Medy santaai
“dia mau kesini? Waahhh keujtaan di pagi hari. Haruskah aku memasak kalkun untuk menyambut calon menantu?” Tanya ibunya bergurau
“Ibu, jangan berlebihan…. Kami punya tugas bersama yang harus kami selesaikan. Ini bukan tentang melamar atau apalah itu seperti pikiran ibu” Medy menjelakan
“Sudahlah Nat, jangan ganggu anak muda… lebih baik kau memasak lagi untuk satu orang lagi. Sepertinya menantu kita harus kita ajak sarapan berama” Ayah medy ikut mengggodanya
“Dad, CALON MENANTU…..” Ibunya memperbaiki ucapan ayahnya
“Ah,,, aku menyesal menceritakan ini kepada kalian. Kalian sungguh kekanakan. Apakah kalian adik- adikku?” Medy bertanya sambil menggeleng- gelengkan kepalanya
Ibunya bergegass masuk kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk satu orang lagi. Dia menggoreng sosis dan telur gulung, kemudian dia menggoreng kentang untuk seporsi.
“Medy, siapkan teh, s**u dan kopi.. aku tidak tau menantuku sukanya minum apa” ibu berteriak dari dapur
“Calon menantu Nat….” Ayahnay membetulkan lagi.
“ohiya, calon menantu..aku lupaa…” Ibunya menjawab sambil terkekeh
Medy mengambil teh dan menyeduhnya ke dalam teko air panas. Tidak lupa dia meletakkan beberapa sendok bubuk kopi kedalam mesin pembuat kopi.wangi semerbak kopi langsung menghiasi seisi rumah… ayah yang daritadi berdiri di ruang tamu dan sebentar- sebentar mengintip ke jendela, langsung bereaksi mencium aroma kopi.
“Medy sweety, Aku juga ingin kopinya. Jangan sampai kau melupakan aku mentang-mentang sudah punya kekasih sekarang” ayahnya menggoda
“Dad.. apa- apaan sih.. kenapa kalian jadi tidak dewasa begini?” medy menjadi sebal
“Medy akuhanya menggoda. Kenapa kau jadi sensitive?” ucap ayah
“ha.. ha.. ha.. sorry dad”ucap medy
Ibu datang membawa sarapan tambahan. Bau semerbak butter dan telur berganti – bantian dengan bau kopi. Perut mereka bertiga sudah lapar.
“Medy, coba telp calonmenantuku udah sampai dimana?katakan dad sudah lapar” Ucap ayah sambil ememgang perutnya
Medy mencari ponselnya, kemudian dia memencet tombol- tombol yang ada di layar telpon selulernya. Terdengar bunyi nada sambung.. tuuutttt… tuuuuuttt….. tuuuttt…. Setelah 3x bordering telpon tak kunjung di angkat oleh Jimmy. kemudian Medy memencet kembali tombol- tombol angka yang ada di layar ponselnya sekali lagi… Terdengar lagi bunya nada sambung tuttt…. Ttuuuuttt… ttuuutt… klik bunyi Telpon diangkat
Jimmy : “Halo dear.Already miss me?”
Medy : “Yeah.. kamu dimana? Terlalu banyak orang yang menunggumu pagi ini “
Jimmy : “ Really? Siapa saja?”
Medy : “ udahlah…cepatlah sampai… sekarang kamu sudah sampai dimana?”
“Jimmy : “ Aku sudah dekat, mau keluar Tol nih.”
Medy : “ baiklah takecare “
Jimmy : “Bye Medy”
Medy : “ Bye”
Jimmy menutup telepon diujung sana. Medy menarik nafas dan dengan berkeringat dingin dia pelan- pelan menoleh untuk mengintip kebelakangnya, ternyata benar dugaannya… ibu dan ayahya sedang menguping pembicaraan telponnya bersama Jimmy
“Yasudah.. aku tidak perlu menceritakan apa- apa lagi kan?kalian sudah dengar sendiri dia sudah sampai dimana?” jawab Medy cuek. Orang tuanya memang sejahil itu kalo mengenai pacar Medy. Dengan wajah polos tak berdosa mereka serentak menjawab
“Kami tidak mendengar apapun. Benarkan?” ayah dan ibunya serentak bertanya kepada mereka masing- masing. Medy hanya menggeleng- gelengkan kepalanya melihat kelakuan ayah dan ibunya. Tak lama bel di pintu berbunyi.
Ting tong
Ting tong
“Sayang, apakah aku terlihat tampan?” Ayahnya berkata kepada ibuny
“Dad, apakah aku terlihat cantik?” ibunya bala bertanya
Dengan melengos Medy berjalan kearah pintu dan membukakan pintunya
KLIK, dia memutar handle pintu…..
= = = = = Bersambung = = = = =