Sementara itu dibelahan benua lain di dunia…
Pesawat berguncang hebat, Jimmy menggenggam tangan Medy dengan erat. Dalam hati dia bedoa kepada Tuhan.. Ya Tuhan selamatkanlah pesawat ini. Aku berjanji akan taat beribadah jika aku bisa selamat dari pesawat ini. Tolong selamatkan aku Tuhan Jimmy membatin. Sementara Medy menangis dan histeris dengan kondisi pesawat
“Jimmy, bagaimana inii?? Aku tidak mau mati Jimmy.. Jimmy…. Tolong Tuhan tolong kami… Tuhan….” Medy berseru sambil menangis
Seisi pesawat riuh dengan kondisi ini. Semua histeris dan mengucapkan doa- doa. Para awak kabin pesawat semua duduk ditempat masing-masing. Tak lama terdengar suara dari ruang kokpit pesawat
“Bapak dan ibu penumpang yang terhormat, tekanan di kabin udara mulai rendah, maka Masker oksigen akan keluar dari atas tempat duduk anda, raih masker ke wajah anda, kalungkan talinya dan bernafaslah seperti biasa. Penumpang yang membawa anak kecil wajib mengenakan masker sebelum menolong anaknya. Dimohon untuk tetap duduk di kursi penumpang. Terimakasih”
Tak lama keluarlah masker yang berwarna kuning itu, jimmy buru- buru menarik masker ke hidungnya. Medy pun segera memasang masker di wajahnya. Kemudan mereka menarik napas panjang agar merasa sedikit lega. Sambil tetap melanjutkan doa, mereka berpegangan tangan.
“Mimpi apa kita Jimm? Kenapa kita harus mengalami ini? “ Medy terisak.
“Ssstttt its okay Medy,,, its okay… tenang ya… pesawat sudah mulai agak tenang sekarang kamu bisa merasakannya?” Jimmy berkata menenangkan Medy
Medy membuka matanya dan melihat di sekelilingnya… orang- orang tampak lebih tenang. Kondisi peswatpun sudah tidak terlalu berguncang.
”Apakah sudah berlalu Jimmy?” Tanya Medy
“Yes.. kamu tenang ya.. aku rasa kita sebentar lagi mendarat” Tutur Jimmy
Medy terisak perlahan. “Aku tidak ingin naik pesawat lagi Jimmy” Ucap medy
“Ha.. ha.. ha.. iya baiklah” Jimmy terkekeh
Tidak lama terdengar lagi suara Kapten dari kokpit
“Bapak dan ibu penumpang yang terhormat, tekanan oksigen didalam kabin telah normal kembali, gerombolan awan hitampun sudah kita lewati. Maka dari itu kami akan menarik kembali masker oksigen ketempatnya. Namun untuk keamanan anda, silahkan tetap menggunakan sabuk pengaman anda dan silahkan tetap duduk di kursi anda. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Terimakasih”
Jimmy dan medy tersenyum tipis mendengar pengumuman dari pilot tersebut. Kondisi kritis mereka sudah lewat. Walaupun belum sepenuhnya aman, tapi tidak da awan hitam saja sudah merupakan kabar baik.
“Medy aku merasa khawatir dengan keberangkatan shane dan livvy kw amsterdam" Jimmy berkata
"Aku juga khawatir Jim, karena mereka akan menemui penyihir- penyihir itu, apakah mereka orang jahat?" tanya Medy
"Aku tidak tau, semuanya masih abu- abu, kau tahu, semua ini abu- abu." jawab Jimmy muram
"Jadi apa yang membuatmu khawatir? Kalau aku khawatir hanya karena pemyihir saja" tanya Mesy polos
"Zaman dulu, ada kasus mengerikan di Amsterdam. Dan itu terkenal di dunia kami." Jimmy menjelaskan.
“Kasus bagaimana maksudmu?” Tanya Medy
“Dulu, ada penyihir hitam yang menculik semua werepuppy dan werecat didunia ini untuk dijadikan penyihir.” Terang Jimmy
“Benarkah? Kemudian apa yang terjadi?” Tanya Medy lagi
“Semua werepuppy dan werecat diculik, dan proses dijadikan penyihir itulah yang mengerikan.” Lanjut Jimmy lagi
“Tapi kenapa mereka mau menjadikan werepuppy dan werecat penyihir?” Tanya Medy lagi
“dahulu kaum penyihir tidak banyak. Mereka ingin memperbanyak kaumnya, hanya itu saja sih alasannya” jawab Jimmy lagi
“Kenapa harus werepuppy dan werecat? Kenapa tidak Manusia juga?” Medy penasaran
“Bukankah jawabannya jelas? Werepuppy dan werecat adalah mahkluk yang mempunyai kekuatan, dan penyihir hitam pikir sangat besar kesempaan bagi mereka untuk memiliki kekuatan para penyihir.” Terang Jimmy
“Ohh begitu rupanya… “ Medy menganggukkan kepalanya
“Lalu apa yang terjadi pada prosesnya?” lanjut Medy lagi
“Hmmm…. Kau tau? Mereka melakukan hal yang sangat kejam… para werepuppy yang diculik itu dipaksa untuk mengeluarkan kekuatannya” jawab Jimmy
“Misalnya??” Medy memotong ucapana Jimmy
“Ya.. misalnya… si werepuppy dipaksa berubah dulu, setelah dia berubah, maka mereka merebusnya untuk membuat kekuatanya keluar. Mereka bilang itu adalah metode untuk memaksa kekuatan yang terpendam keluar. “ Jimmy berkata ngeri
“and then?? Apa yang terjadi? Mengerikan sekali jim” Medy terlihat ketakutan
“Kemudian, sang werepuppy pun mati terebus. Dan kau tau? Mereka bilang itu idak mati, tapi perubahan bentuk untuk mencapai kekuatannya yang baru. “ jawab Jimmy lagi
“Mereka sakit jiwa Jim” kata Medy
“Itu belum seberapa Med, kemudian setelah si werepuppy atau werecat mati, tubuhnya didinginkan, setelah didinginkan, maka mayatnya membengkak, maka mereka membakar mayat itu. Katanya itu untuk pencapaian sempurna kekuatan tertinggi.” Jimmy melanjutkan
“Benar- benar sakit Jiwa!” Medy mengutuk
“Mereka membakar mayat itu pelan-pelang, sampai ketas. Kemudia sebelum menjadi abu, mereka berhenti, dan mayat yang terbakar itu didiamkan beberapa hari. Katanya mayat itu sedang tidur karena menerima kekuatan baru yangbesar. Dan setelah beberapa hari tidak bangkit lagi, maka mereka membuang mayat tersebut. Dan melakukan hal yang sama berulang-ulang kepada semua werepuppy dan werecat” lanjut Jimmy lagi
“Itu gila Jim…” Medy membelalakkan matanya
“Semua kaum werepuppy dan werecat tidak ada satupun yang berani keluar rumah. Mereka bahkan tidak bisa pergi berbelanja untuk makan. Banyak dari kaum werepuppy mati karena bersembunyi dan kelaparan. Para penyihir itu bisa tau dimana para werepuppy ttinggal. Dan mereka menculiknya dari tempat tidur dirumahnya. Jahat sekali” kata Jimmy
“Jim.. bagaimana dengan Livy dan Shane yang sedang di Amsterdam.. aku khawatir” kata Medy
“Itu kejadian sudah lama sayang… berabad- abad yang lalu.” Jimmy menenangkan Medy
“Aku khawatir Jimmy… “ Medy berkata muram
“Aku yakin mereka baik – baik saja” Jawab Jimmy menenangkan Medy. Medy memeluk lengan jimmy dan meletakkan kepalany di pundak Medy.
Medy dan Jimmy terlihat menarik napas lega. Kejadian kali ini benar- benar membuat trauma di ingatan mereka. Setelah beberapa lama terasa pesawat menurunkan kecepatannya. Tanda pendaratan sudah didepan mata. Para penumpang terlihat lega dan ingin segera mencapai bandara. Lampu tanda mengenakan sabuk pengaman sudah menyala, pendaratan mereka sudah sangat dekat. Jimmy dan medy merapatkan sabuk pengaman dan menegakkan sandaran kursinya. Tak berapa lama, pesawat mendarat di Bandar udara Kingford Smith Sidney dengan mulus. Mereka mengambil barang di bagasi atas dan mengantre untuk keluar dari pesawat.
“Kamu pulang naik apa Jim?” Tanya Medy sambil berjalan bersisian dengan Jimmy menuju bandara
“Sepertinya supir ayahku datang. Aku belum menelponnya sih..” Jawab Jimmy cuek
“Ohh begitu.. “ Medy mengangguk angguk kan kepalanya
“Ayo kita ambil bagasi dulu” Ajak Jimmy
Setelah mengantre di Imigrasi dan menyelesaikan administrasi mereka segera ke bagian pengambilan bagasi. Cukup lama mereka menunggu disana, selama menunggu Medy bertanya lagi mengenai kejadian di Amsterdam
“Jadi kemana si penyihir hitam sekarang?” Tanya Medy
“Dia sudah mati. Ratusan werepuppy dan werecat yang tersisa menangkapnya. Awalnya mereka tidak berniat membunuhnya, tapi ketika ditangkap dia malah membunuh werepuppy yang menangkapnya. Akhirnya dia dibunuh oleh para werepuppy lain yang tersisa.
“Sekejam itu ya si penyihir hitam itu. Aku tidak menyangka” Ucap Medy
“Ya begitulah Medy, jaman dahulu menjadi werepuppy sepertinya terkutuk” jawab Jimmy
“Untung kamu tidak lahir di jaman dulu ya sayang” kata medy manja
“Syukurlah…” Jawab Jimmy sambil menggandeng Medy
“Kamu pulang naik apa sayang?” Lanjut Jimmy lagi
“Aku tidak tau… mungkin naik taxi” jawab Medy
“Pulang saja denganku. Aku akan antarkan kamu sampai kerumah” Kata Jimmy
“Apakah tidak apa- Apa?” Tanya Medi
“Its okay… kamu kan pacarku. Keselamatanmu menjadi tanggung jawabku” Jimmy menjawab dengan senyum riangnya
“Ahhh sayang.. aku semakin menyayangimu…” Medy berkata manja
“Ternyata enak juga punya pacar” lanjut Medy lagi
“Ha ... ha … ha … jadi punya supir pribadi ya?” Jimmy tetawa.
“Semacam itu lah” Medy menjawab dengan muka jail.
“Aku akan mengantarkanmu kemana saja sayang” Jimmy berkata dengan senyum jenaka
“Ha ... ha ... ha … punya pacar benar- benar menyenangkan” Ucap Medy kesenangan.
Suasana ramai terlihat di Bandar udara Kingsford Smith Sidney. Ratusan orang berlalu lalang di sana. Ada yang hendak berangkat, ada yang baru mendarat, ada yang hanya mengantar atau menjemput keluarganya atau temannya. Semuanya sibuk di bandara tersebut. Demikian juga dengan 2 orang yang sedang standby untuk menjemput anak atasannya itu.
“Apakah kau kenal dengan anak bos kita Tony?” Tanya Mark kepada temannya
“Pastinya.. aku sudah mengenalnya dari semenjak dia lahir” Jawab Tony
“Berarti kau sudah sangat lama mengikuti keluarganya ya Ton?”
“Hampir seumur hidupku. Aku mulai bekerja disana ketika aku masih kecil. Berawal menjadi tukang kebunnya. Setiap hari aku mecabuti rumput dan menyiram tanaman. Kau tau, halaman rumahnya sangat besar. Setelah aku selesai menyiram tanaman aku pasti pingsan. Ibuku melarangku untuk bekerja. Tapi aku ingin punya uang saku sendiri. Jadi aku tetap keras kepala, dan bersikukuh bekerja. Yah, begitulah aku. Sebenarnya sifat itu turun temurun dari ayah dan ibu. Keduanya pun sama-sama keras kepala. Maka jangan heran kalau aku pun demikian.” Tony terkekeh mengingat cerita itu
“Berapa kau dibayar perbulan?” Tanya Mark lagi
“Aku dibayar perminggu, 5 Pounds. Jaman dulu uang segitu sudah sangat banyak kau tahu?” Tony melanjutkan ceritanya “Aku sering bisa mentraktir teman- temanku di desa. Setiap pulang ke desa, uangku paling banyak sendiri. Mengalahkan semua uang teman-temanku ketika dikumpulkan semuanya.
“Kau beruntung sekali Tony…” ucap Mark, tersenyum.
= = = = = BERSAMBUNG = = = = = =