“Kay?” Kanaya pulang ke rumah Anne dengan langkah yang mengendap-endap. Awalnya dia berjaga-jaga agar kepulangannya tidak diketahui oleh Anne ataupun Sanjaya, tapi ternyata hal itu sia-sia karena sekarang Anne mengetahui dia sudah pulang. Kanaya hanya meringis sambil tersenyum canggung ketika Anne melihatnya. “Astaga, lihat siapa yang baru saja berbuat m***m semalam.” Kanaya langsung melotot. “Anne!” Anne tergelak. “Aku sudah mempersiapkan sarapan—berjaga-jaga kalau kamu pulang pagi ini. Dan ternyata benar.” Anne mengendikkan sebelah bahunya. Dia memerhatikan Kanaya dari ujung kepala sampai ujung kaki, lalu tertawa geli. “Jadi, bagaimana?” tanya Anne penasaran. Kanaya hanya mendengus dan mengibaskan tangannya. “Jangan bertanya sekarang, aku sudah kesiangan ke kantor.” Kanaya segera

