“Kamu ingin kita melakukannya sekarang?” tanya Kanaya pada Alastair Adyatama ketika mereka sudah berada di mobil pria itu. Kanaya tahu kalau pria itu menginginkannya sekarang dan jika boleh jujur, Kanaya juga tidak bisa berpikir jernih ketika Alastair menciumnya saat mereka bertemu tadi. “Kamu mau?” Alastair balik bertanya. Sekali lagi dia hanya ingin memastikan wanita di sampingnya ini merasa nyaman. “Boleh.” Kanaya merasakan pipinya langsung memanas ketika mengatakan itu. Dia memilih untuk memalingkan wajahnya dan tidak menatap Alastair, karena pria itu hanya akan membuatnya semakin gugup. “Baiklah.” Alastair menjalankan mobilnya. Dia sebenarnya bingung ingin membawa wanita ini ke mana. Pilihannya adalah apartemennya atau hotel nyaman terdekat dari mereka. Akhirnya, Alastair memilih

