Alastair tahu bahwa dirinya harusnya bisa menahan diri ketika bertemu dengan Kanaya saat wanita itu berada di sampingnya. Namun, sungguh, sekuat apapun Alastair menahannya, rasa yang ada dalam dirinya sekarang terlalu menggebu-gebu dan sangat sulit ia tahan. Dia bahkan tidak memikirkan apa yang akan terjadi setelah ini jika dia tetap mencium Kanaya. Pada akhrinya, Alastair tetap memilih mencium wanita itu. Tanpa ampun dan tidak memberikan dia jeda sama sekali. Alastair seolah ingin membalaskan dendam pada dirinya sendiri yang sejak beberapa hari yang lalu tidak bisa menghilangkan Kanaya dari pikirannya. Dan akhirnya sekarang dia mendapatkan Kanaya ke dalam pelukannya. “Alastair …” Cukup lama mereka berciuman di dalam mobil. Ketika Alastair melepaskannya dari Kanaya, dia dapat melihat waj

