Esok harinya, saat petang tiba, Addy menatap heran putrinya yang tiba-tiba saja berdandan untuk dirinya sendiri dengan make-up yang lebih glamour dari biasanya. “Kamu sedang apa, Kay?” tanya Addy sambil mengeryitkan dahinya heran. “Aku akan pergi ke acara Om Regan, memang kenapa?” Kanaya menjawab sambil memoleskan lip gloss ke bibirnya. Dia tidak menyadari kalau ibunya masih menatapnya heran. “Pasti ada seseorang yang ingin kamu temui.” Kanaya menolehkan kepalanya pada ibunya dan mengeryitkan dahinya pula. “Tidak. Kenapa Mama berpikir seperti itu?” “Karena kamu tidak pernah begitu semangat untuk menghadiri acara keluarga kita, Kanaya.” Addy tersenyum kecil. “Jadi, siapa yang ingin kau temui?” Addy melipat kedua tangannya di depan d**a. “Tidak ada.” Kanaya tidak mungkin langsung meng

