Kanaya menarik napasnya dalam-dalam dan menghembukannya ketika dia sudah berada di ballroom hotel tempat acara itu berlangsung. Di sampingnya, Alastair hanya tersenyum tipis melihat Kanaya yang kerepotan sendiri karena ulahnya tadi. “Saya harap …” Alastair mendekatkan diri pada Kanaya dan berbisik pada wanita itu. tangannya juga ikut bertengger manis di pinggang Kanaya hingga membuat Kanaya merasakan bulu kuduknya meremang. “… kamu tidak terlalu memikirkan apa yang sudah kita lakukan tadi, Kanaya.” Kanaya mendelik ke arah Alastair. Akan dia pastikaan kalau dia tidak akan mudah jatuh pada godaan Alastair setelah ini, dan pria itu akan tahu akibat dari menjahilinya. “Kanaya Wijaya?” Kanaya memutuskan kontak matanya dengan Alastair ketika dia mendengar suara ibunya tiba-tiba memanggilnya di

