Alastair sesungguhnya tidak pernah berniat untuk membuat anak buahnya kerepotan seperti Kanaya sekarang. Penderitaan yang dia lakukan semata agar para karyawannya tahu kalau pekerjaan mereka ada yang tidak benar. Alastair sendiri masih berada di ruangannya ketika jam menunjukkan pukul tujuh malam. Dia sudah sering berada di kantor hingga larut malam seperti ini karena masih memiliki banyak pekerjaan yang belum ia selesaikan. Namun untuk hari ini, dia berada di kantor ini semata karena dia melihat wanita yang tadi ia marahi, masih berada di kubikelnya dengan komputer kantor yang menyala. Wanita itu adalah Kanaya Wijaya. Alastair tidak pernah bosan untuk tetap memerhatikan wajahnya. Sepertinya dia bisa menghabiskan banyak waktu hanya untuk menatap wanita itu. Seolah ada sesuatu pada Kana

