Kanaya gugup kembali ketika diberitahu kalau dia ada yang salah dalam mengerjakan pekerjaan hariannya. Dia mendongak demi melihat wajah dari Alastair, dan menyesali keputusannya karena wajah tampan itu hanya membuat dia semakin gugup lagi. “I-iya, Pak?” “Bagian ini. Nominal yang dimasukkan terlalu besar.” Alastair menunjuk layar komputer Kanaya. “Tapi, Pak, nominal tersebut sudah didiskusikan dengan divisi sponsoring.” Kanaya mencoba membela diri. Mungkin Alastair lupa bahwa dirinyalah yang mengatakan pada Kanaya untuk mengurus semua itu sendiri dan mengatakan juga jangan ragu untuk membuat keputusannya sendiri. Karena itu, Kanaya menetapkan nominal setelah penuh pertimbangan dengan divisi lain. “Tanpa approval saya?” Kanaya mengeryitkan dahinya bingung. “Bapak sendiri yang menyuruh

