Rose terbangun saat hidungnya membaui sesuatu yang berbeda dengan biasanya. Dia membuka matanya dan melihat Arnold tidur di sisinya. Secara refleks dia langsung mendorong tubuh Arnold hingga pria itu terjatuh dari ranjang. “Jangan pernah naik ke ranjangku lagi” kata Rose galak. Dia lalu memakai selimutnya lagi dan membalik tubuhnya. Dia menahan mual yang tiba tiba datang karena parfum yang digunakan Arnold. Dia mengingat aroma parfum itu, dulu dia menyukai aromanya tapi sekarang malah membuatnya mual. Lagipula siapa yang mengijinkan pria itu tidur di dekatnya. Hanya Justin yang boleh tidur bersamanya. Dia merindukan Justin dan aroma tubuh suaminya itu yang selalu menemaninya tidur. Dia menatap sendu tirai jendela kamar perawatannya dan berharap Justin tiba tiba muncul dari sana walaupun

