Rencana Rose gagal total karena setiap kali makanan diantarkan, pasti ada dua butir telur rebus dan dia tidak bisa menolak untuk memakannya, seakan seluruh tubuhnya melawan pikirannya sendiri dan tentu saja refleks tangannya yang langsung mengambil dan memakan telur rebus itu yang menang. Untungnya hanya telur rebus saja yang tidak bisa ditolaknya, jadi di saat makan siang dan makan malam diantarkan, dia tidak menyentuh makanan yang lain. Perawat juga sudah membantu untuk membujuknya makan dan dia tetap menolak dengan berkata perutnya tidak bisa terima makanan lain. Fernando tersenyum saat memperhatikan interaksi Rose dan perawat. Rose sudah terlihat lebih sehat. Mungkin mengurung Rose di apartemennya membuat wanita itu depresi, apalagi setelah kekasihnya itu histeris karena teringat kem

