Pertemuan tak Disengaja

1162 Kata

Ify dan Sivia turun dari gocar tepat di depan pintu utama Tunjungan Plaza. Cuaca masih sangat panas meski sudah pukul tiga sore. Tak ingin membuang waktu, keduanya dengan cepat masuk ke dalam mall dan menghela napas lega saat rasa sejuk merasuk kulit. "Mau beli apaan buat kado?" tanya Ify setelah beberapa saat mereka berjalan. "Belum kepikiran juga, lo ada saran?" "Baju? Tas?" Sivia menggeleng. "Udah terlalu banyak." "Make up?" Sivia kembali menggeleng. "Masih banyak juga." Ify menghela napas, keduanya berhenti sejenak di depan sebuah counter minuman. "Beli minum dulu, gue haus." Keduanya membeli minum, lantas duduk sejenak di kursi, berpikir sejenak tentang barang yang ingin mereka beli, karena terlalu melelahkan jika terus berjalan tanpa tujuan di mall sebesar ini. "Jadi, lo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN