Rio mengumpat pelan. Malam sudah sangat larut dan dia baru saja menyudahi acara makan malam. Rio pikir, undangan makan malam dari Menteri Perindustrian itu hanyalah makan malam biasa sebagai perayaan atas berhasilnya kerjasama di antara mereka. Rio tak pernah menyangka, jika tua bangka itu akan membawa putrinya. Rio tak bodoh, hal seperti ini seringkali ia alami. Banyak para pejabat yang menginginkan dirinya untuk putri mereka, terkadang menggunakan sedikit ancaman yang sayangnya tak mempan untuk Rio. Ia pantang melakukan sesuatu yang tak ia inginkan. Namun kehadiran Clara, putri dari Pak Heru benar-benar di luar rencananya. Awalnya, hanya ada dirinya dan Pak Heru di ruang privat salah satu restoran terkenal. Membahas tentang bisnis yang membuat Rio hampir lupa waktu. Saat bersiap untu

