“Sampai mati pun, aku tidak akan pernah mengakui kejahatan yang tidak pernah aku lakukan.” Fikri menampik semua fitnah yang dituduhkan padanya. Wajahnya sudah babak belur dihajar oleh penyidik, Fikri dipaksa mengakui kejahatan yang tidak pernah ia perbuat. Jangankan membunuh, membayangkannya saja tidak pernah. Penyidik tak mempercayai satu pun penjelasan dan kejujuran Fikri. Mereka hanya ingin Fikri mengakui kejahatan yang tidak pernah ia perbuat. BRAAAAKKK Penyidik menggebrak meja dengan keras menggertak Fikri untuk yang kesekian kalinya. “Lalu bagaimana bisa arloji milikmu ada di kamar Elia Salsabillah dan Pisau yang menvsvk Elia Salsabillah terdapat sidik jarimu.” “Aku tidak tahu. Sudah kukatakan aku dijebak, aku difitnah!” teriak Fikri dengan napas menggebu-gebu. PLAAAAKKK... Seka

