Meski bukan anggota keluarga, tapi Ruby juga merasakan duka yang dialami oleh keluarga Elia, mereka pasti terpukul atas meninggalnya Elia. Ruby juga khawatir apa yang Aron katakan benar adanya. Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi pada Fikri, Ruby pasti akan merasa hancur. Ruby terhenyak kaget ketika Fikri tiba-tiba masuk ke dapur lalu mencolek dagunya. “Ih, sukanya bikin orang kaget aja ‘sih!” Ruby mencolek perut Fikri hingga Sang Suami menggelinjang kegelian. “Ngelamunin apa ‘sih?” Fikri tersenyum sambil melongok mengamati panci berisi sayuran yang sudah mengepulkan asapnya di atas kompor. “Nggak ngelamun kok, cuma nunggu sayurnya matang.” “Sudah matang belum? Kak Aron sudah lapar, katanya dari tadi belum makan.” tanya Fikri. Setelah bangun tidur, Aron keluar dari kamar dan berp

