Erika mendekat ke arah Elena dan duduk di samping wanita itu. Kemudian, merih sebelah tangan wanita cantik itu dan menggenggamnya. Erika bergetar ketika sebelah tangannya hendak menyentuh rambut Elena. Kedua matanya berkata, seraya tak percaya bisa bertemu Elena, putri tercinta yang sudah lama ia rindukan. "E--Elena," panggil Erika dengan gugup. Elena mendongak dan menatap wanita yang telah melahirkannya ke dunia itu. Sebelah tangannya terulur dengan bergetar ketika akan menyentuh wajah bundanya. Menelan ludah dan menahan air mata yang hendak menetes. "Bu--Bunda," ucap Elena. Wanita berparas cantik itu langsung memeluk tubuh Erika erat. Bulir selembut salju dan sebening kristal itu pun tidak dapat terbendung lagi dan menetes perlahan membasaahi pipi Elena dan bahu Erika. "Ma--maafkan

