Erlangga dan Elena sama-sama terkejut. Keduanya termangu sesaat. Menelan ludah dan berusaha mengendalikan degup jantung yang berdetak dua kali lebih cepat dari normal. "Elena ...." Wanita itu menjatuhkan paper bag berwarna hitam dalam genggamannya. Netranya menatap tajam ke arah Erlangga yang masih dipeluk oleh Carolin dari belakang. Kemudian, balik badan dan melangkah pergi meninggalkan Erlangga dan Carolin. "Elena!" Erlangga melepaskan paksa dekapan Carolin dan mengejar Elena. Carolin mendengkus kesal. Namun, masih bisa tersenyum. Merasa senang melihat Elena dan Erlangga bertengka. "Pemandangan bagus. Semoga kalian bertengkar dan segera berpisah sehingga tidak mengganggu hubunganku dengan Erlangga kembali," ucap Carolin dengan senyum licik. ~~~ "Elena, berhenti!" seru Erlangga. Na

