Bab 50 Bertemu Wanita Perusuh

1029 Kata

Erlangga masih memeluk Elena meski harus menahan sedikit rasa sakit karena wanita itu terus memukul-mukul punggungnya. Elena lelah dan akhirnya berhenti memukul. Hanya napasnya saja yang terdengar bergemuruh. Pria tampan bermata setajam elang itu melepaskan pelukannya dan menangkupkan wajah Elena. Kemudian kembali mengerutkan alisnya sambil menatap Elena dalam. "Hei, kau menangis. Jangan menangis lagi, ya." Erlangga menatap lamat-lamat wajah cantik Elena. Kedua mata wanita itu masih basah karena air mata. Erlangga mengusap jejak air mata yang tertinggal di kedua pipi Elena. Wanita itu menatap tajam ke arah Erlangga dan menelan ludah. "Erl," panggilnya dengan suara parau. "Emm, ada apa, Sayang? Sudah merasa lebih baik?" tanya pria itu tanpa melepaskan tatapannya. "Aku lelah mau istira

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN