Seorang wanita tinggal di gubuk yang terbuat dari spanduk bekas yang diberikan beberapa batang kayu pada sekelilingnya sebagai penopang aagr tidak roboh. Bajunya tampak kusam dan tubuhnya pun kotor. Rambut pun tidak tertata dengan rapi dengan perut buncit karena sedang mengandung. Wanita itu duduk di sana dengan kaki sedikit menjuntai menikmati sisa makanan yang ia pungut di tempat sampah ketika dia memulung dengan bertelanjang kaki. Sungguh sangat memprihatinkan sekali. Air mata membasahi kedua pipinya, meratapi kisah hidupnya yang begitu pelik dan rumit. Perempuan yang memiliki paras cantik dan terlahir dari keluarga terhormat, harus hidup luntang-lantung di tengah hutan seorang diri dengan kehamilannya yang sudah memasuki usia tujuh bulan. "Aku harus kuat. Demi bayiku. Walau aku me

