Eijaz yang baru datang selepas perjalanan bisnis tidak sabar mendengar penjelasan Erlangga mengenai adiknya. Pemuda berparas rupawan tersebut merasa panik melihat kondisi Elena seperti itu. "Erlangga," panggi Eijaz yang meski pelan. Namun, cukup membuat Erlangga tersentak. Erlangga menghela napas kasar. "Elena tidak sadarkan diri setelah kami bicara. Aku khawatir dan membawanya ke sini. Elena ... hamil, Kak," jelas Erlangga singkat dan padat. "Apa? Elena hamil?" ulang Eijaz sseraya tak percaya dengan ucapan Erlangga. "Iya, Kak." "Tidak mungkin hanya Elena hamil sampai seperti ini. Pasti karena hal lain. Apa ada yang kau sembunyikan dariku?" curiga Eijaz menatap tajam ke arah Erlangga. Erlangga terdiam, ia tidak berani berterus terang kepada Eijaz. Sudah dipasatikan, pria rupawan itu

