Bab. 18 Kemarahan Laura

1181 Kata

Sepanjang perjalanan pulang ke Jakarta tidak ada percakapan antara Laura dan Genta. Bahkan ketika sampai di rumah, gadis itu tempat membungkam seribu bahasa. Mbak Tina tampak heran menyambut kepulangan Laura dengan wajah yang cemberut. "Bagaimana Non, sudah ketemu sama Nyonya?" tanya Mbak Tina ingin tahu. Laura hanya menjawab dengan gelengan kepala. Tanpa berkata-kata lagi ia langsung menuju ke kamarnya. Jelas terlihat sekali jika gadis itu sedang ngambek. "Non Laura kenapa Bang?" tanya Mbak Tina sambil menerima barang bawaan dari Genta. "Ibunya Miss Laura, sudah pindah dari rumahnya," jawab Genta secara garis besar. Mbak Tina tersenyum dan kembali bertanya, "Oh.., begitu. Terus kenapa Non Laura ngambek?" "Nggak tahu, mungkin dia marah ditinggal ibunya. Oh ya Mbak, ini ATM dan bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN