Bab. 17 Dinginnya Bandung

1602 Kata

Genta hanya memesan sebuah kamar. Bukan pria itu aji mumpung karena Laura sedang pingsan. Akan tetapi, ia berpikir mereka hanya beristirahat dan agar lebih mudah untuk menjaga gadis itu. Tidak lama kemudian, Laura pun siuman. Ia tampak bingung melihat ke sekeliling tempat itu. Hingga pandangannya tertuju pada sebuah meja yang berisi makanan dan minuman. "Makanlah, agar tenaga Miss pulih kembali!" ujar Genta yang telah duduk di hadapan Laura. "Iya, terima kasih," ucap Laura yang merasa sangat lapar sekali. Ia segera sambil turun dari ranjang dan menyantap hidangan itu dengan lahapnya."Kamu tidak makan?" tanya gadis itu ketika melihat Genta hanya fokus menatap ponsel. "Sudah, tadi ketika Miss sedang pingsan," jawab Genta melirik ke arah Laura dan kembali melihat benda pipih itu. Laur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN